Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Punya Rumah di Singapura itu Bangga atau Beban? Ini Sederet Faktanya

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|13:15 WIB
Bagikan:
Punya Rumah di Singapura itu Bangga atau Beban? Ini Sederet Faktanya
Foto: Singapore Merlion Park, Singapore. (Sumber: Canva Pro)

PASUNDANEKSPRES.ID - Di banyak negara, punya rumah adalah tanda kehidupan sudah stabil. Tapi di Singapura, cerita itu berbeda. Menilik dari kanal YouTube TOPIK KEUANGAN dalam episode "Singapore Dilemma: Negara Kaya, Tapi Warganya Putus Asa?", ternyata, kepemilikan rumah sering berubah menjadi tekanan terselubung yang mengikuti setiap langkah.

Rumah yang seharusnya jadi tempat melepas penat, justru membuat warga kota ini cemas bahkan sebelum tidur.

Banyak orang berpikir bahwa punya rumah di Singapura adalah pencapaian besar. Realitasnya, tidak!

Perjalanan untuk memilikinya bisa terasa seperti marathon panjang tanpa garis finish.

Punya Rumah di Singapura: Antara Impian dan Kecemasan

Masyarakat Singapura dikenal pekerja keras, berpendidikan tinggi, dan berpenghasilan cukup besar. Namun, harga properti yang terus melonjak membuat kepemilikan rumah terasa jauh dari jangkauan.

Ruang yang seharusnya nyaman, malah berubah menjadi proyek hidup seumur hidup.

Pikiran soal cicilan, kenaikan harga rumah, dan persaingan membeli properti terus menghantui.

Di sini, rumah bukan lagi sekadar tempat pulang, ia menjadi simbol tanggung jawab yang menekan mental.

HDB: Terlihat Terjangkau, Tapi Tetap Berat

Program perumahan publik HDB (Housing and Development Board) sering disebut solusi bagi rakyat.

Dari luar, konsepnya terlihat ideal: rumah layak untuk semua. Namun kata “terjangkau” di Singapura punya arti yang berbeda.

Beberapa fakta yang sering terjadi:

  • Pekerja dengan gaji rata-rata harus menabung bertahun-tahun untuk membeli unit standar.
  • Gaya hidup sehari-hari harus dikurangi drastis.
  • Kesempatan untuk menikmati hidup terasa semakin sempit.

Alhasil, rumah yang seharusnya dimiliki, sering terasa seperti yang “memiliki” pemiliknya.

Tekanan ini meresap hingga ke sisi sosial, memengaruhi cara orang muda menjalani hidup.

Generasi yang Menunda Hidup

Dampak finansial merembet ke keputusan pribadi. Banyak pasangan muda menunda menikah, menunda punya anak, atau menunda mimpi sederhana demi memastikan punya tempat tinggal sendiri.

Pilihan lain, menyewa, juga menantang. Harga sewa kamar kecil bisa menyerap hampir seluruh pendapatan bulanan pekerja menengah.

Membeli rumah berarti siap terikat cicilan panjang. Semua opsi terasa sama-sama berat.

Di kota yang terkenal maju dan rapi ini, warganya tetap hidup dalam tekanan konstan. Setiap hari bekerja keras bukan untuk kebahagiaan, tapi untuk memastikan atap tetap di atas kepala dan cicilan tetap aman.

Rumah yang seharusnya menjadi simbol keamanan, kini berubah menjadi simbol ketakutan kehilangan segalanya.

Rumah: Barang Mewah atau Beban Mental?

Krisis perumahan di Singapura lebih dari sekadar soal bangunan.

Dampaknya merembet ke kesejahteraan mental, hubungan, keluarga, hingga masa depan generasi muda.

Kepemilikan atau punya rumah di Singapura kini bukan lagi tentang kapan bisa punya rumah, tapi seberapa berat hidup harus dijalani hanya untuk berteduh.

(pm)

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle22 menit lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle5 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu