Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Rating IGRS di Steam Hilang Usai Tuai Kontroversi, Tinggal PEGI yang Tersisa

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|17:05 WIB
Bagikan:
Rating IGRS di Steam Hilang Usai Tuai Kontroversi, Tinggal PEGI yang Tersisa
Rating IGRS di Steam menghilang setelah menuai protes dari gamer Indonesia

PASUNDANEKSPRES.ID - Setelah sempat memicu polemik di media sosial, sistem rating game dari Indonesia Gaming Rating System (IGRS) kini sudah tidak lagi terlihat di platform Steam.

Berdasarkan pantauan PASUNDAN EKSPRES pada Selasa (7/4/2026), saat ini hanya rating PEGI yang masih ditampilkan di halaman game.

Hilangnya label IGRS ini terjadi setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan klarifikasi bahwa rating yang muncul sebelumnya bukan merupakan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi.

"Rating yang beredar berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare oleh platform Steam. Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan Indonesia," ujar Komdigi dalam pernyataan resminya di media sosial.

Mengacu pada pernyataan tersebut, pemerintah berencana untuk meminta klarifikasi langsung kepada pihak Steam. Dengan demikian, para gamer di Indonesia masih perlu menunggu hasil diskusi lanjutan antara kedua pihak.

Sebelumnya, penerapan IGRS di Steam memang sempat menuai protes dari warganet, khususnya komunitas gamer Tanah Air. Banyak pengguna menemukan kejanggalan dalam penerapannya.

Dalam praktiknya, terdapat game dengan konten dewasa yang justru diberi rating usia 3+, sementara game dengan tema lebih ringan malah mendapatkan label 18+.

Kondisi ini memicu keresahan di media sosial. Para gamer menilai sistem rating tersebut membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi orang tua yang mengandalkan klasifikasi usia untuk menentukan kelayakan konten bagi anak.

Sebagai informasi, IGRS merupakan sistem klasifikasi usia untuk permainan digital di Indonesia yang bertujuan memberikan panduan terkait konten dalam game.

Melalui sistem ini, pemain—terutama anak-anak—diharapkan dapat mengakses game yang sesuai dengan kategori usia mereka.

Penilaian dalam IGRS didasarkan pada berbagai aspek konten, seperti kekerasan, penggunaan bahasa, unsur seksual, horor, hingga simulasi perjudian.

Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kategori usia yang diperbolehkan memainkan suatu game.

Kategori usia dalam IGRS mencakup semua usia, 3+, 7+, 13+, hingga 18+. Komdigi berharap sistem ini dapat membantu orang tua dan pemain memahami isi sebuah game sebelum memainkannya.

Berdasarkan informasi resmi di situs Komdigi, IGRS pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016 dalam ajang BEKRAF Game Prime.

Sistem ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Kemudian, dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange Business & Conference 2025 yang digelar di Bali pada Oktober 2025, Komdigi kembali memperkenalkan IGRS sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS Nomor 17 Tahun 2025.

Regulasi tersebut mengatur tata kelola berbasis risiko bagi penyelenggara sistem elektronik, dengan penekanan pada aspek privasi, keamanan data, serta literasi digital keluarga.

Berita Terbaru

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang57 menit lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline1 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline1 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle3 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline4 jam lalu
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Nasional4 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Headline4 jam lalu
Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Headline4 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Lifestyle4 jam lalu