Salip iOS, Google Sebut Android Jadi Raja Browsing Mobile

PASUNDANEKSPRES.ID - Google mengklaim bahwa sistem operasi Android sekarang sudah berhasil melampaui iOS sebagai platform browsing web mobile tercepat di dunia.
Klaim tersebut didasarkan pada hasil pengujian terbaru yang memakai benchmark populer, yaitu Speedometer dan LoadLine.
Dalam unggahan di blog Chromium, Google menjelaskan bahwa peningkatan performa ini merupakan hasil dari integrasi yang semakin solid antara perangkat keras, sistem operasi Android, dan mesin browser Chrome.
Kombinasi ini disebut mampu menghadirkan pengalaman browsing yang lebih responsif dibandingkan platform lainnya.
"Perangkat Android unggulan terbaru mencetak rekor kinerja baru, mengungguli semua pesaing seluler dalam pengujian utama seperti Speedometer dan LoadLine," tulis Google dikutip dari wccftech, Senin (30/3/2026).
Speedometer sendiri merupakan salah satu benchmark yang umum digunakan untuk mengukur responsivitas browser dalam skenario penggunaan nyata.
Pengujian ini mensimulasikan berbagai aktivitas pengguna, mulai dari mengetuk, menggulir, hingga mengetik di halaman web. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, maka semakin mulus dan cepat pula pengalaman browsing yang dirasakan pengguna.
Sementara itu, LoadLine digunakan untuk mengukur kecepatan pemuatan halaman web secara keseluruhan setelah pengguna mengklik sebuah tautan.
Pengujian ini dilakukan menggunakan versi stabil dari berbagai situs populer, termasuk platform e-commerce dan portal berita.
Menurut Google, ponsel Android kelas atas mampu mencatat skor hingga 47 persen lebih tinggi dibandingkan platform pesaing, yang merujuk pada iOS. Pengujian tersebut dilakukan pada tiga perangkat flagship Android terbaru, meskipun Google tidak mengungkapkan model yang digunakan.
Tidak hanya itu, Google juga mengungkapkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Beberapa perangkat Android terbaru bahkan mengalami lonjakan skor Speedometer dan LoadLine sekitar 20 hingga 60 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan ini tidak terlepas dari upaya Google yang mendorong para mitra produsen (OEM) untuk mengoptimalkan perangkat mereka terhadap kedua benchmark tersebut.
Optimalisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyempurnaan hardware, sistem operasi, hingga mesin browser.
Google juga menekankan pentingnya peran web dalam ekosistem Android. Lebih dari 90 persen aplikasi Android menggunakan komponen WebView, sementara Chrome masih menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan di berbagai perangkat, mulai dari smartphone, tablet, hingga perangkat lipat.
Dalam pengujian internalnya, Google mencatat adanya peningkatan nyata pada pengalaman pengguna.
Waktu pemuatan halaman diklaim menjadi lebih cepat sekitar empat hingga enam persen, sementara respons interaksi dalam skenario penggunaan berat meningkat sekitar enam hingga sembilan persen.
Meski begitu, klaim ini tetap memiliki sejumlah catatan penting. Performa terbaik hanya dapat dicapai pada perangkat Android kelas atas yang sudah mendapatkan optimalisasi maksimal.
Artinya, pengalaman pengguna di dunia nyata bisa saja berbeda, tergantung pada model perangkat, konfigurasi hardware, serta tingkat optimalisasi dari masing-masing produsen.
Pengumuman ini pun langsung menarik perhatian di kalangan penggemar teknologi. Selama ini, iOS—melalui browser Safari—sering dianggap lebih unggul dalam hal performa dan efisiensi browsing. Namun, dengan data terbaru yang diungkap Google, posisi tersebut kini mulai mendapat tantangan dari Android.
Ke depannya, Google berharap benchmark seperti Speedometer dan LoadLine dapat terus dimanfaatkan oleh developer dan produsen perangkat untuk meningkatkan kualitas pengalaman web di perangkat mobile secara keseluruhan.
