Setelah Dibebaskan Israel, Begini Kondisi Para Relawan Indonesia di Turki

PASUNDAN EKSPRES.ID - Sembilan relawan Indonesia yang sebelumnya ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, kini dilaporkan telah berada di Istanbul, Turki.
Kondisi para relawan disebut dalam keadaan selamat, meski beberapa di antaranya mengalami luka dan trauma usai menjalani penahanan selama beberapa hari.
Perkembangan terbaru mengenai relawan Indonesia ditahan Israel ini menjadi perhatian publik internasional setelah berbagai kesaksian mengenai dugaan kekerasan selama penahanan mulai bermunculan.
Kondisi Terkini Relawan Indonesia
Berdasarkan laporan sejumlah media pada Sabtu 23 Mei 2026, seluruh relawan Indonesia telah berhasil dipindahkan ke Turki untuk menjalani proses pemulihan dan pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke tanah air
Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, memastikan kesembilan warga negara Indonesia tersebut saat ini berada dalam pengawasan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul per 22 Mei 2026. Mereka juga telah menjalani pemeriksaan medis dan visum setibanya di Turki.
Menurut laporan yang beredar, para relawan sempat mengalami tindakan keras selama berada dalam tahanan Israel. Beberapa relawan mengaku mengalami kekerasan fisik hingga kondisi tubuh menurun akibat tekanan selama proses penahanan berlangsung.
Salah satu relawan bahkan mengungkapkan masih merasakan sakit di bagian dada setelah dibebaskan.
Kesaksian tersebut memperkuat dugaan adanya tindakan represif terhadap para relawan sipil yang mengikuti misi bantuan kemanusiaan internasional menuju Gaza.
Selain relawan kemanusiaan, dua jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi tersebut juga dilaporkan sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.
Salah satunya adalah jurnalis foto Thoudy Badai Rifanbillah yang sebelumnya dikabarkan telah berhasil melakukan komunikasi video call dengan keluarganya di Indonesia.
Pemerintah Turki disebut memiliki peran besar dalam proses pembebasan para relawan internasional tersebut. Kedutaan Besar Turki di Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah Turki bersama pemerintah Indonesia melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh WNI dapat keluar dengan selamat dari wilayah penahanan.
Dalam pernyataannya, pihak Kedubes Turki menyebut total ada 422 relawan internasional dari 41 negara yang berhasil dipulangkan melalui bantuan penerbangan Turkish Airlines.
Sembilan WNI termasuk dalam rombongan yang tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026.
Meski kondisi umum para relawan disebut stabil, proses pemulangan ke Indonesia masih menunggu tahapan administrasi dan pemeriksaan lanjutan di Turki.
Beberapa relawan juga masih mendapatkan pendampingan medis serta psikologis akibat pengalaman yang mereka alami selama penahanan.
Di sisi lain, sejumlah organisasi kemanusiaan dunia mulai mendesak adanya investigasi terhadap perlakuan aparat Israel terhadap para relawan sipil internasional.
Banyak pihak menilai para relawan seharusnya mendapat perlindungan karena menjalankan misi bantuan kemanusiaan, bukan aktivitas militer.
Hingga Sabtu 23 Mei 2026, pemerintah Indonesia masih terus melakukan koordinasi dengan otoritas Turki dan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh relawan Indonesia dapat segera dipulangkan dengan aman ke tanah air.
