Snapdragon X2 Plus Ungguli AMD dan Intel, Bagaimana dengan Apple M4?

PASUNDANEKSPRES.ID - Qualcomm secara resmi meluncurkan prosesor Snapdragon X2 Plus untuk laptop Windows dalam ajang CES 2026, dengan klaim menawarkan kinerja yang lebih cepat serta efisiensi daya yang lebih unggul dibandingkan prosesor besutan Intel dan AMD.
Namun demikian, hasil pengujian sintetis terbaru menghadirkan gambaran yang lebih seimbang, sekaligus memperlihatkan batas kemampuan dari chip terbaru tersebut, seperti dikutip PASUNDANEKSPRES dari Techspot, Kamis (15/1/2026).
PC Magazine melakukan pengujian Snapdragon X2 Plus dengan membandingkannya terhadap sejumlah prosesor sekelas, termasuk Intel Core Ultra 7 268V, Core Ultra 9 285H, Ryzen AI 9 HX Pro 375, Ryzen AI Max+ Pro 395, serta Apple M4 yang digunakan pada MacBook Pro 14 inci rilisan 2024.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Snapdragon X2 Plus tampak mampu berkompetisi dengan prosesor x86 generasi terbaru, meskipun masih belum mampu melampaui chip Apple pada sebagian besar pengujian.
Dalam pengujian Cinebench 2024 single-core, Snapdragon X2 Plus dengan konfigurasi 10 core sukses mengungguli Core Ultra 7 268V, Core Ultra 9 285H, dan Ryzen AI 9 HX Pro 375. Akan tetapi, performanya masih berada di bawah Ryzen AI Max+ Pro 395 serta Apple M4.
Sementara itu, pada pengujian multi-core, X2 Plus tertinggal dari Core Ultra 9 285H dan Ryzen AI Max+ Pro 395, namun mampu sedikit melampaui Apple M4.
Temuan yang serupa juga terlihat pada Geekbench 6 Pro. Snapdragon X2 Plus mencatatkan skor single-core sebesar 3.311, mengalahkan seluruh prosesor Intel dan AMD yang diuji, meskipun tetap belum mampu menyamai performa Apple M4.
Sebaliknya, pada pengujian multi-thread, X2 Plus kembali tertinggal dari Core Ultra 9 285H, Ryzen AI Max+ Pro 395, serta chip M4.
Pengujian di sektor grafis memperlihatkan tantangan yang lebih berat. Pada benchmark 3DMark Steel Nomad Light dan Solar Bay, performa GPU Snapdragon X2 Plus berada di bawah semua pesaingnya, baik dari Intel, AMD, maupun Apple.
Hal ini semakin menegaskan bahwa kemampuan grafis masih menjadi titik lemah utama pada platform Windows berbasis Arm.
Meski begitu, Snapdragon X2 Plus tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pendahulunya.
Pada sebagian besar pengujian, performanya tercatat meningkat sekitar 15 hingga 50 persen dibandingkan Snapdragon X Elite, menandakan adanya kemajuan yang nyata dari generasi sebelumnya.
Perlu diperhatikan, pengujian Snapdragon X2 Plus dilakukan menggunakan platform referensi, sedangkan prosesor lainnya diuji pada perangkat komersial.
Faktor-faktor seperti sistem pendingin, batas konsumsi daya, konfigurasi memori, hingga media penyimpanan dapat memengaruhi hasil akhir pengujian.
(dbm)
