Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Terap Festival 2025: “Caang Mumbul Dina Batok” Hidupkan Teater di Ruang Publik Bandung

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:54 WIB
Bagikan:
Terap Festival 2025: “Caang Mumbul Dina Batok” Hidupkan Teater di Ruang Publik Bandung
Terap Festival #2 (Festival Teater Ruang Publik) akan digelar pada 23–30 Agustus 2025. (Foto: Adi Pirmansyah)

BANDUNG — Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana tahun 2024, Terap Festival kembali hadir dengan edisi keduanya. 

Terap Festival #2 (Festival Teater Ruang Publik) akan digelar pada 23–30 Agustus 2025 di kawasan Dago dan Braga, Bandung, dengan mengusung tema “Caang Mumbul Dina Batok” (Terang Melambung Dalam Tempurung).

Tema ini menjadi metafora tentang cahaya kehidupan warga kota yang tetap berkilau, meski sering terhalang oleh tempurung pembangunan, gentrifikasi, hingga homogenisasi ruang kota.

Festival dan Gagasan

Festival ini dipimpin oleh Sahlan Mujtaba (Direktur Festival), Riyadhus Shalihin (Direktur Artistik), serta kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi.

Rangkaian acaranya meliputi inkubasi, pertunjukan, diskusi, dan lokakarya, dengan pendekatan artistik yang berakar pada ruang hidup warga.

Direktur Festival Sahlan Mujtaba menegaskan bahwa festival ini lahir dari kegelisahan terhadap ruang kota yang makin menyisihkan warganya.

“Kami ingin festival ini menyalakan kembali cahaya yang sering terhalang tembok pembangunan. Di balik gang sempit, pasar yang riuh, hingga jalanan kota, ada kehidupan warga yang harus didengar. Itulah yang kami hadirkan,” ujarnya.

Sementara itu, kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi menekankan pentingnya ruang publik sebagai medium refleksi.

“Pertunjukan di ruang publik bukanlah panggung mewah, melainkan cara bertanya dan mengingat. Dengan tema Caang Mumbul Dina Batok, kami ingin menegaskan bahwa cahaya itu selalu ada dan mencari jalan untuk menyinari kota,” tulis mereka dalam catatan kuratorial.

Direktur Artistik Riyadhus Shalihin menambahkan bahwa festival ini merupakan ruang eksperimentasi.

“Teater bukan hanya ekspresi individual, melainkan kerja sosial berbasis solidaritas. Setiap pertunjukan adalah dialog dengan ruang dan relasi sosial di sekitarnya,” jelasnya.

Program Pertunjukan

Terap Festival #2 menghadirkan beragam pertunjukan site-specific di ruang publik Dago dan Braga.

Enam seniman terpilih hadir melalui open call, undangan, karya berkelanjutan, hingga main performance internasional.

  • Open Call:

    • Panca Lintang Dyah Paramitha bersama warga Sekeloa dan komunitas ibu-ibu menampilkan pertunjukan intim di rumah warga.

    • Kolektif Bawah Meja berkolaborasi dengan ekskul teater di SMA Negeri 1 Bandung, membongkar relasi tubuh muda dengan disiplin sekolah dan arsitektur institusi pendidikan.

  • Undangan:

    • Teater Samana menghidupkan ruang hijau Babakan Siliwangi sebagai refleksi ekologi yang terancam gentrifikasi.

    • Chao Man Chun (Taiwan) menelusuri pasar Simpang Dago, menegaskan pasar sebagai tubuh kolektif yang menolak direduksi sekadar komoditas.

  • Karya Berkelanjutan:

    • Ganda Swarna melanjutkan “Gerilya Bunyi” melalui karya Resep Umur Panjang di Jalan Braga, berupa instalasi warung dengan rekaman suara ibu-ibu memasak, termasuk kisah Mak Ira berusia 100 tahun.

  • Main Performance Internasional:

    • Port-B, kelompok teater Jepang besutan Akira Takayama, membawakan karya Travel Agency dan Board Game di sebuah kafe Braga. Pertunjukan ini membuka dialog lintas budaya tentang kota, mobilitas, dan ruang publik.

Diskusi Publik

Selain pertunjukan, festival juga menyelenggarakan dua forum diskusi di Gedung Indonesia Menggugat:

  1. 23 Agustus 2025 — Tubuh, Mobilitas, dan Performatifitas Ruang Kota
    Membahas bagaimana tubuh warga bernegosiasi dengan infrastruktur kota.

  2. 25 Agustus 2025 — Merebut Ruang: Teater, Partisipasi, dan Hak Atas Kota dalam Perspektif Perempuan
    Membuka percakapan tentang pengalaman perempuan di ruang publik serta teater sebagai medium partisipatif untuk menuntut kesetaraan.

Kolaborasi Warga dan Kota

Berakar di Bandung, festival ini menyoroti Braga dan Dago sebagai ruang yang sarat memori sekaligus pertarungan modernisasi.

Dago dengan lanskap kos-kosan, pasar, hingga hutan kota; Braga dengan sejarah kolonialnya.

Terap Festival mengajak warga bukan hanya sebagai penonton, melainkan kolaborator aktif.

Ruang publik dipandang sebagai arena perjumpaan, ingatan, sekaligus perjuangan kolektif.

Festival ini terselenggara berkat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, Japan Foundation Jakarta, dan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Kementerian Kebudayaan.

Namun lebih dari itu, festival hidup berkat keterlibatan warga, komunitas, dan institusi pendidikan di Bandung. (rls/idr)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga1 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang3 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang3 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang4 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional5 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional6 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle6 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta6 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat6 jam lalu