Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Agen Imigrasi AS Menangkap Mahasiswa Palestina, Buntut Kebijakan Terbaru Donald Trump!

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|14:21 WIB
Bagikan:
Agen Imigrasi AS Menangkap Mahasiswa Palestina, Buntut Kebijakan Terbaru Donald Trump!
Agen Imigrasi AS Menangkap Mahasiswa Palestina, Buntut Kebijakan Terbaru Donald Trump! (Image From: Illustration/Pexels/Efrem Efre)

PASUNDAN EKSPRES - Agen imigrasi AS menangkap mahasiswa Palestina. Pemerintah Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah agen imigrasi menangkap seorang mahasiswa pascasarjana asal Palestina yang aktif dalam gerakan pro-Palestina di Universitas Columbia, New York.

Mahmoud Khalil, mahasiswa di School of International and Public Affairs, ditangkap oleh agen Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di kediamannya di lingkungan kampus pada Sabtu malam (8/3).

Penangkapan ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang berjanji akan menindak aktivis anti-Israel di AS.

Konteks Penangkapan dan Tudingan terhadap Khalil

Mahmoud Khalil, yang memiliki kartu izin tinggal tetap (green card), menjadi salah satu tokoh utama dalam demonstrasi pro-Palestina di Universitas Columbia. Istrinya, seorang warga negara AS yang tengah hamil delapan bulan, kini menghadapi ketidakpastian terkait status suaminya.

Dilansir dari Reuters, Departemen Keamanan Dalam Negeri menuduh Khalil telah "memimpin kegiatan yang selaras dengan Hamas," meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tuduhan tersebut.

Menurut undang-undang AS, mendukung organisasi yang telah dikategorikan sebagai kelompok teroris, seperti Hamas, dilarang.

Namun, hukum tersebut hanya mengatur soal pemberian dukungan materiil atau sumber daya, tanpa menjelaskan secara eksplisit mengenai keterlibatan dalam kegiatan yang selaras dengan kelompok tersebut.

Hingga saat ini, pemerintah belum menuduh Khalil melakukan tindakan kriminal atau memberikan dukungan materiil kepada Hamas.

Kebijakan Trump dan Reaksi Publik

Penangkapan Khalil dianggap sebagai salah satu langkah awal dalam kebijakan Trump untuk menekan mahasiswa asing yang terlibat dalam gerakan pro-Palestina. Presiden dari Partai Republik yang kembali berkuasa pada Januari 2025 ini berjanji akan mendeportasi mahasiswa yang dianggap mendukung Hamas.

Sekretaris Negara Marco Rubio mengomentari penangkapan Khalil di media sosial dengan menyatakan bahwa pemerintah akan mencabut visa dan kartu izin tinggal bagi pendukung Hamas di AS agar mereka bisa dideportasi. Namun, hingga kini, belum ada klarifikasi lebih lanjut mengenai dasar hukum dari tindakan ini.

Sementara, kelompok hak sipil, termasuk New York Civil Liberties Union (NYCLU), mengecam penangkapan tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan kebebasan berbicara.

Direktur eksekutif NYCLU, Donna Lieberman, menyebut penahanan Khalil sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan dalam upaya pemerintahan Trump untuk membungkam suara pro-Palestina di kampus-kampus AS.

Nasib Universitas Columbia

Universitas Columbia menjadi pusat perhatian karena cara mereka menangani aksi protes mahasiswa yang menentang dukungan AS terhadap serangan Israel di Gaza.

Demonstrasi yang berlangsung selama berbulan-bulan di kampus ini sering kali berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan, terutama setelah kelompok mahasiswa mendirikan kamp-kamp protes dan sempat menguasai salah satu gedung akademik.

Sebagai tanggapan atas aksi-aksi protes ini, pemerintahan Trump membatalkan kontrak dan hibah pemerintah senilai sekitar $400 juta untuk Universitas Columbia, dengan alasan adanya tindakan pelecehan antisemitisme di dalam dan sekitar kampus. 

Columbia sendiri telah beberapa kali mengambil langkah tegas terhadap para mahasiswa pro-Palestina, termasuk dengan memanggil polisi untuk membubarkan demonstrasi dan memberikan sanksi akademik kepada beberapa mahasiswa.

Namun, kebijakan tersebut tampaknya belum cukup untuk meredakan tekanan dari pemerintah federal.

(ipa)

Berita Terbaru

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta15 menit lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta25 menit lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional1 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat2 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang2 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga3 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga3 jam lalu