Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Cuaca sedang Tidak Baik-baik saja! Gelombang Panas di India sebabkan Ratusan Orang Meninggal

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|22:37 WIB
Bagikan:
Cuaca sedang Tidak Baik-baik saja! Gelombang Panas di India sebabkan Ratusan Orang Meninggal
Cuaca sedang Tidak Baik-baik saja! Gelombang Panas di India sebabkan Ratusan Orang Meninggal (Image From: Illustration/Pexels/Maggie Zhan)

PASUNDAN EKSPRES - Gelombang panas di India menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan India yang dilansir dari ABC News, Sabtu (22/6), gelombang panas yang berlangsung selama beberapa bulan di berbagai wilayah di India telah mengakibatkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Gelombang Panas di India 

Selain itu, selama tiga setengah bulan terakhir, tercatat lebih dari 40.000 kasus dugaan serangan panas di India.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan India kepada The Associated Press, antara tanggal 1 Maret dan 18 Juni, sebanyak 110 orang di India telah meninggal dunia setelah menderita cuaca panas.

Namun, pejabat dari Kementerian Kesehatan India dan Pusat Pengendalian Penyakit Nasional, yang mengumpulkan angka-angka tersebut, menolak untuk memberikan komentar.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem bikin Was-was, Seluruh Dunia beri Peringatan Gelombang Panas

BACA JUGA: Denmark Tarik Samyang dari Peredaran, Dianggap Terlalu Pedas Bisa Bikin Keracunan

Menurut data yang tersedia, negara bagian Uttar Pradesh mencatat jumlah kematian tertinggi akibat sengatan panas, yaitu sebanyak 36 orang.

Selain itu, negara-negara bagian utara lainnya seperti Rajasthan, Bihar, dan Odisha juga menanggung beban terberat dari cuaca ekstrem ini.

Data lebih lanjut menunjukkan bahwa dari total 40.272 kasus dugaan serangan panas selama periode tersebut, sebanyak 457 kasus dilaporkan hanya pada hari Selasa.

Ibu kota India, New Delhi, juga telah mengalami gelombang panas yang ekstrim. Meskipun demikian, hujan dan angin yang singkat pada Kamis pagi telah sedikit menurunkan suhu di kota tersebut, setelah sebelumnya mengalami malam terpanas dalam lebih dari lima dekade pada awal minggu ini.

Departemen Cuaca di negara tersebut memperkirakan akan ada jeda sementara dari cuaca panas yang ekstrim dalam beberapa hari ke depan, namun mereka memperingatkan bahwa cuaca ekstrem tersebut dapat kembali terjadi setelahnya.

Menurut para ahli iklim, gelombang panas ekstrem di Asia Selatan selama masa pra-musim hujan semakin sering terjadi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh World Weather Attribution, sebuah lembaga pemantau dampak perubahan iklim, menemukan bahwa gelombang panas yang terjadi pada bulan April di beberapa wilayah Asia setidaknya 45 kali lebih mungkin terjadi akibat adanya perubahan iklim.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat5 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang5 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang6 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang6 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang6 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang6 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang6 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang6 jam lalu