Investasi Jawa Barat Paling Tinggi di Indonesia, Dedi Mulyadi Menyoroti Pencapaian di Tahun 2025

PASUNDANEKSPRES.ID - Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan capaian realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Prestasi ini menegaskan peran Jawa Barat sebagai salah satu penggerak utama aliran investasi di Indonesia. Investasi daerah menjadi indikator penting dalam mengukur kekuatan perekonomian nasional.
Data penanaman modal mencerminkan besarnya kontribusi masing-masing provinsi terhadap dinamika ekonomi antarwilayah.
Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah, termasuk pengelolaan aset serta kemudahan perizinan yang mendukung masuknya investasi.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 mencapai Rp296,8 triliun atau setara 109,9 persen dari target yang ditetapkan.
Nilai tersebut menempatkan Jawa Barat di peringkat teratas secara nasional, melampaui DKI Jakarta dengan Rp270,9 triliun serta Jawa Timur sebesar Rp145 triliun.
Posisi ini menunjukkan kontribusi besar Jawa Barat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari iklim investasi di Jawa Barat yang terus dijaga agar tetap kondusif dan inklusif.
"Capaian ini adalah bukti bahwa kepercayaan dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap Jawa Barat tetap terjaga. Pemerintah Provinsi berkomitmen menciptakan kepastian, kemudahan, dan rasa aman bagi investor," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, dikutp dari Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Lonjakan Investasi dan Kontribusi PMA–PMDN
Realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 mengalami peningkatan signifikan sebesar 18,21 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp251,14 triliun.
Kenaikan tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya tarik ekonomi daerah. Dari sisi struktur investasi, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp147,02 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp149,8 triliun.
Komposisi ini memperlihatkan keseimbangan antara kontribusi modal asing dan domestik.
Dedi menilai, keseimbangan tersebut menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak bertumpu pada satu sumber investasi semata.
"Kami ingin investasi yang masuk benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya angka besar, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah," teragnya.
Penataan Aset Daerah untuk Mendukung Investasi Berkelanjutan
Di tengah raihan investasi tertinggi secara nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan pembenahan dalam pengelolaan aset daerah.
Upaya tersebut ditempuh guna menopang investasi yang berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala BPKAD Jawa Barat, Norman Nugraha, menyampaikan bahwa gubernur telah menginstruksikan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aset daerah, baik yang dikerjasamakan maupun yang disewakan kepada pihak lain.
"Beliau menyampaikan bahwa seluruh aset Pemprov ini harus dievaluasi secepatnya," ujar Norman saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dilansir dari Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Optimalisasi Aset sebagai Strategi Jangka Menengah
Norman menjelaskan bahwa evaluasi aset daerah tidak hanya difokuskan pada sisi administrasi, tetapi juga mencakup penilaian nilai sewa serta pola pemanfaatannya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan optimalisasi aset daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah.
"Dievaluasi semuanya. Salah satunya ya nilai sewa. Selain penertiban ya intinya optimalisasi pendapatan kita juga," ungkapnya
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pertumbuhan investasi di Jawa Barat dapat terus berlanjut seiring penerapan tata kelola yang tertib, transparan, serta berfokus pada penguatan daya saing perekonomian nasional.
