Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dinilai Tepat, CORE Soroti Keuangan

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|10:28 WIB
Bagikan:
Kenaikan BBM Nonsubsidi Dinilai Tepat, CORE Soroti Keuangan
Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak - Foto: (CNBC Indonesia)

PASUNDANEKSPRES.ID - Keputusan Kenaikan BBM pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaga keberlanjutan sektor energi nasional. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia, Mohammad Faisal, menegaskan bahwa kebijakan tersebut penting untuk menjaga kesehatan keuangan PT Pertamina (Persero) di tengah tekanan harga energi global.

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dinilai Tepat

Faisal menyebut, tanpa penyesuaian harga, beban keuangan Pertamina akan semakin berat. “Kalau tidak dinaikkan, akan muncul pertanyaan siapa yang menanggung selisihnya,” ujarnya, Ahad (19/4/2026).

Menurutnya, neraca keuangan yang sehat menjadi kunci agar Pertamina tetap mampu menjalankan penugasan energi nasional. Ia menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi sudah semestinya mengikuti dinamika harga minyak dunia, guna menjaga arus kas perusahaan tetap stabil.

Lebih lanjut, Faisal meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap inflasi nasional. Pasalnya, BBM nonsubsidi umumnya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya beli relatif kuat.

“Kontribusi BBM nonsubsidi terhadap inflasi jauh lebih kecil dibandingkan BBM subsidi,” katanya.

Sementara itu, dampak berbeda justru dirasakan sektor industri. Founder & Chairman Supply Chain Indonesia, Setijadi, mengungkapkan kenaikan harga BBM memberikan tekanan signifikan terhadap biaya logistik dan distribusi.

Ia menjelaskan, biaya transportasi menyumbang sekitar 40 hingga 60 persen dari total biaya logistik di Indonesia, dengan porsi bahan bakar mencapai 30 hingga 40 persen dari komponen tersebut. Kenaikan harga BBM secara langsung akan meningkatkan biaya operasional industri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk.

“Kondisi ini berpotensi menekan margin, terutama bagi industri dengan margin tipis,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan biaya logistik juga berpotensi memicu efek berantai terhadap harga barang, khususnya komoditas pangan. Pelaku industri kemungkinan akan meneruskan kenaikan biaya ke harga jual, sehingga memicu tekanan inflasi.

Di sisi lain, kondisi ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, seperti optimalisasi rute distribusi hingga konsolidasi pengiriman. Namun, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dinilai menjadi pihak paling rentan terdampak.

Setijadi menilai situasi ini juga bisa menjadi momentum transformasi logistik nasional, termasuk penguatan transportasi multimoda dan digitalisasi sistem distribusi. Ia pun berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan energi yang stabil, insentif efisiensi logistik, serta dukungan bagi sektor rentan agar tetap kompetitif di tengah tekanan biaya.

Berita Terbaru

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional25 menit lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta1 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta1 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat3 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional4 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga4 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional4 jam lalu