Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Dibebaskan dari Penahanan Israel

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|14:15 WIB
Bagikan:
Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Dibebaskan dari Penahanan Israel
Kesaksian Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Dibebaskan dari Penahanan Israel

PASUNDAN EKSPRES.ID - Puluhan warga dan keluarga aktivis memadati Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas, Spanyol, pada Sabtu (23/5/2026). Mereka datang untuk menyambut para aktivis Global Sumud Flotilla yang baru saja dibebaskan setelah beberapa hari ditahan oleh otoritas Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.

Suasana haru terlihat saat para aktivis Global Sumud Flotilla tiba di terminal kedatangan. Beberapa di antara mereka langsung disambut pelukan keluarga dan pendukung yang selama beberapa hari terakhir mengikuti perkembangan penahanan tersebut melalui media internasional.

Di Balik Kepulangan Aktivis Global Sumud Flotilla

Namun di balik kepulangan itu, para aktivis membawa cerita mengejutkan mengenai kondisi yang mereka alami selama berada dalam tahanan Israel.

Mereka mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik maupun tekanan psikologis selama proses penahanan berlangsung.

Juru bicara aktivis Global Sumud Flotilla, Sandra Garrido, yang secara terbuka menyampaikan kesaksiannya kepada media.

"Mereka membawa kami ke kapal penjara selama tiga hari, mematahkan tulang, melakukan pelecehan seksual terhadap para wanita, menyerang dengan alat kejut listrik, menolak memberi air, serta melakukan penyiksaan fisik dan psikologis," ungkap Sandra Garrido salah satu aktivis Global Sumud Flotilla pada Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas di Spanyol. Banyak pihak meminta pemerintah segera mengambil langkah hukum dan diplomatik terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang disebut terjadi selama penahanan.

Aktivis lain bernama Tomas Alberto Morate juga mengungkapkan kondisi para relawan yang menurutnya mengalami perlakuan lebih keras dibanding yang diketahui publik sebelumnya.

"Ada yang mengalami hal jauh lebih buruk seperti ditembak senjata kejut listrik, dipukul senapan hingga tulang rusuk patah, dan satu orang dirawat di rumah sakit dengan paru-parunya dikeringkan di Turki," ujar Tomas Alberto Morate salah satu aktivis Global Sumud Flotilla.

Kesaksian tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap operasi pencegatan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel di perairan internasional awal pekan ini. Armada itu diketahui membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang tengah mengalami krisis pangan dan obat-obatan akibat blokade berkepanjangan.

Menurut laporan yang beredar, Israel menyita sekitar 50 kapal yang tergabung dalam armada tersebut dan menahan total 428 peserta dari 40 negara.

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai organisasi kemanusiaan dan kelompok hak asasi manusia di Eropa. Banyak pihak menilai misi tersebut merupakan aksi sipil yang bertujuan mengirim bantuan, bukan aktivitas militer.

Setelah tiba di Madrid, beberapa aktivis terlihat masih mengalami kelelahan fisik. Sebagian lainnya disebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh mereka pasca-penahanan.

Perhatian publik juga semakin besar setelah beredarnya video Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang dianggap mengejek para tahanan flotilla. Video tersebut kemudian menuai kritik luas, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, pihak Israel melalui Layanan Penjara Israel atau IPS membantah seluruh tuduhan penyiksaan. Mereka menyatakan seluruh tahanan diperlakukan sesuai hukum dan hak-hak dasar tetap diberikan selama proses penahanan berlangsung.

Meski demikian, kesaksian para aktivis yang baru dibebaskan kini terus menjadi pembicaraan besar di Spanyol dan berbagai negara Eropa lainnya.

Berita Terbaru

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta45 menit lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta55 menit lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga3 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga3 jam lalu