Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kisah Kelam dari Lokasi KKN: Dari Perhatian, Salah Tafsir, hingga Kekerasan Brutal

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|15:19 WIB
Bagikan:
Kisah Kelam dari Lokasi KKN: Dari Perhatian, Salah Tafsir, hingga Kekerasan Brutal
Kisah Kelam dari Lokasi KKN: Dari Perhatian, Salah Tafsir, hingga Kekerasan Brutal

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebuah kisah memilukan terungkap dari lingkungan akademik, berawal dari pertemuan sederhana di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga berujung pada aksi kekerasan yang mengguncang banyak pihak.

(21), dikenal sebagai pribadi tertutup, pendiam, dan sulit diajak berkomunikasi, bertemu dengan (23) dalam satu tim KKN. Dari sinilah kisah mereka bermula.

Menurut cerita yang beredar, Faradila akrab disapa Fara melihat Raihan sebagai rekan satu tim yang cenderung terisolasi dan kurang terlibat dalam kegiatan kelompok. Dengan niat baik, Fara berinisiatif mengajak Raihan berbicara dan membantunya lebih aktif berkomunikasi demi kelancaran kerja tim.

Perhatian itu rupanya memberi makna berbeda bagi Raihan. Sosok yang selama ini merasa diabaikan, mendadak menemukan kenyamanan saat ada seseorang yang peduli dan mengajaknya berbincang. Kedekatan pun terjalin, namun berada di dua frekuensi yang berbeda.

Raihan menafsirkan perhatian tersebut sebagai tanda perasaan khusus. Sebaliknya, bagi Fara, kedekatan itu semata bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama anggota tim. Kenyataan pahit muncul ketika Raihan menyadari perasaannya tak berbalas Fara diketahui telah memiliki kekasih.

Dalam video yang sempat beredar, Raihan tampak baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejolak emosi. Namun, kisah itu rupanya tidak berhenti di sana.

Selepas KKN berakhir, Raihan diduga mulai memendam luka batin. Rasa hampa perlahan berubah menjadi amarah yang terpendam. Hingga pada Kamis pagi kemarin, ia mendatangi kampus , tempat Fara akan melaksanakan seminar proposal.

Kehadiran Raihan bukan untuk memberi dukungan. Ia datang membawa senjata tajam dan secara brutal menyerang Fara di dalam ruangan seminar. Serangan mendadak itu membuat Fara refleks menangkis ayunan kapak yang diarahkan ke wajahnya. Akibatnya, tangan Fara mengalami luka parah dan wajahnya ikut terluka.

Situasi mencekam membuat sejumlah orang di lokasi tak berani mendekat karena pelaku bersenjata. Hingga akhirnya, petugas keamanan kampus berhasil mengamankan Raihan dan menyelamatkan korban.

Fara segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Pihak keluarga menyebut kondisinya kini stabil, meski luka di wajah berpotensi meninggalkan bekas permanen jejak kekerasan yang ia alami akibat salah tafsir dan sikap posesif.

Sementara itu, Raihan telah diamankan aparat dan terancam jerat hukum penganiayaan berat yang direncanakan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Ia juga berpotensi dikenai sanksi akademik berat, termasuk dikeluarkan dari kampus.

Peristiwa ini memantik keprihatinan mendalam. KKN yang selama ini dikenal sebagai ajang pengabdian dan kenangan manis mahasiswa, justru menyisakan trauma. Orang tua kerap mengkhawatirkan anaknya terlibat asmara dengan warga setempat, namun jarang terbayang bahwa ancaman bisa datang dari rekan satu tim sendiri.

Kasus ini juga membuka diskusi luas soal kesehatan mental generasi muda. Pendiam dan introvert kerap disalahpahami, namun tragedi ini mengingatkan bahwa persoalan jauh lebih kompleks. Tidak semua pelaku kekerasan adalah introvert, dan tidak semua sikap pendiam patut dicurigai.

Yang menjadi pelajaran penting, kepedulian, komunikasi yang sehat, serta sistem pendampingan psikologis di lingkungan kampus menjadi kebutuhan mendesak agar niat baik tak berujung pada tragedi, dan luka serupa tak kembali terulang.

Berita Terbaru

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat8 menit lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat32 menit lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang39 menit lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional47 menit lalu
ADVERTISEMENT
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga1 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional1 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga1 jam lalu
Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Headline1 jam lalu
Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Subang1 jam lalu
Warga Keluhkan Knalpot Brong, Kapolsek Pamanukan Buka Ruang Dialog Saat Subuh

Warga Keluhkan Knalpot Brong, Kapolsek Pamanukan Buka Ruang Dialog Saat Subuh

Subang1 jam lalu