Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kolaborasi MES dengan PNM, Menkop Buka Kick-Off Program Mba Maya 2026

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:10 WIB
Bagikan:
Kolaborasi MES dengan PNM, Menkop Buka Kick-Off Program Mba Maya 2026
Menkop Ferry saat paparkan program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) tahun 2026 dengan mengangkat tema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah” di Menara PNM Jakarta, Rabu (6/5).

PASUNDANEKSPRES.ID – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka Kick Off Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) tahun 2026 dengan mengangkat tema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah” di Menara PNM Jakarta, Rabu (6/5).

Program yang diluncurkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut di antaranya dihadiri Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Ari Permana, Pengurus Pusat MES Siti Ma’rifah, serta para nasabah PNM yang hadir secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menkop Ferry mengapresiasi kepada PNM atas kepercayaan serta konsistensi dalam melibatkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya).

“Saya menyambut baik keberlanjutan program ini sebagai wujud sinergi nyata dalam pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis syariah, khususnya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha, termasuk ibu-ibu nasabah Mekaar (membina ekonomi keluarga sejahtera),” ujar Menkop.

Di sela acara, Menkop memuji keberadaan Command Center dan dasbord monitoring, karena sangat detail dalam soal pendataan.

Berdasar laporan, kata Menkop, selama 2025, Program Mba Maya telah dilaksanakan sebanyak 248 kegiatan di 20 Kabupaten/Kota dan 173 Kecamatan.

Kegiatan ini melibatkan 17 pengurus daerah MES serta didukung oleh 84 narasumber, dengan total penerima manfaat mencapai 10.924 peserta.

Selain itu, kata Menkop, MES juga berkolaborasi dalam program pelatihan dan pendampingan UMKM Halal yang telah dilaksanakan di 7 Kabupaten/Kota dengan total 412 peserta, serta pendampingan usaha restoran melalui skema reguler, salah satunya pada usaha Sari Timbul di Bali.

“Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan, tapi juga pendampingan praktis yang mendorong peningkatan kapasitas usaha, termasuk dalam aspek sertifikasi halal sebagai nilai tambah untuk memperluas daya saing pelaku usaha di berbagai daerah,” ujar Menkop.

Menurut Menkop, MES secara berkelanjutan mengembangkan ekosistem usaha halal melalui berbagai inisiatif, antara lain pelatihan pendamping proses produk halal, peningkatan kapasitas UMKM halal serta pemberdayaan ekonomi perempuan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T yang menjadi perhatian prioritas.

“Saya memahami bahwa program Mba Maya yang dilaksanakan oleh PNM menyasar langsung nasabah di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan peran koperasi syariah yang memiliki posisi strategis sebagai penguat ekonomi masyarakat di tingkat desa, sekaligus sebagai penghubung bagi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program Mba Maya Bisa Kolaborasi dengan KDKMP

Menurut Menkop, program Mba Maya bisa dikolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sehingga pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memperoleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan usaha yang berbasis gotong royong.

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi, mengatakan bahwa PNM kini telah menjangkau 60.260 desa atau kelurahan dari total sekitar 84 ribu desa/kelurahan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup 943 ribu kelompok nasabah dengan total sekitar 16,1 juta nasabah aktif.

“Dengan program yang diluncurkan ini juga ditargetkan semakin berkembang jangkauan PNM ke desa dan kelurahan. Termasuk kami pun berhasil menggulirkan, meluncurkan program PNM Mekaar atau membina ekonomi keluarga sejahtera,” paparnya.

Berita Terbaru

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang27 menit lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional10 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional11 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang11 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang12 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle12 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang12 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang12 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional12 jam lalu