Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Nasib Guru Non ASN Sebanyak 237 Ribu di Ujung Tanduk, Kebijakan Baru Picu Kekhawatiran

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|10:40 WIB
Bagikan:
Nasib Guru Non ASN Sebanyak 237 Ribu di Ujung Tanduk, Kebijakan Baru Picu Kekhawatiran
Nasib 237 Ribu Guru Non ASN di Ujung Tanduk, Kebijakan Baru Picu Kekhawatiran

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kekhawatiran tengah menyelimuti ratusan ribu nasib guru non ASN (Aparatur Sipil Negara) di Indonesia.

Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan kebijakan bahwa mulai 1 Januari 2027, guru non ASN tidak lagi diperkenankan mengajar di sekolah negeri.

Kebijakan ini langsung memicu berbagai reaksi, terutama dari para guru honorer yang selama ini menjadi penopang utama proses pendidikan, khususnya di daerah dengan keterbatasan tenaga pendidik.

Dasar Kebijakan dan Aturan Resmi

Kebijakan tersebut disebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2026 serta diperkuat melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.

Dalam regulasi itu ditegaskan bahwa tenaga pengajar di sekolah negeri harus berstatus ASN, baik sebagai PNS maupun PPPK.

Masa Transisi Hingga 2026

Pemerintah memberikan masa peralihan peran bagi nasib guru non ASN yang saat ini masih aktif mengajar hingga 31 Desember 2026.

Setelah itu, mereka tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengajar di sekolah negeri.

Jumlah Guru Non ASN dan Dampaknya

Data terbaru menunjukkan sekitar 237 ribu guru non ASN masih bertugas di berbagai sekolah negeri. Jumlah ini sangat besar dan berperan penting, terutama di wilayah terpencil dan pedesaan yang masih kekurangan tenaga guru ASN.

Potensi Krisis Tenaga Pengajar

Sejumlah pihak khawatir kebijakan ini justru memicu kekurangan guru. Beberapa daerah bahkan diprediksi mengalami krisis tenaga pendidik jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah untuk menggantikan posisi mereka.

Reaksi Guru Honorer dan Kondisi Lapangan

Banyak nasib guru non ASN merasa resah dan kecewa. Selama bertahun-tahun mereka mengabdi dengan honor yang terbatas, sering kali hanya bersumber dari dana BOS atau BOSP.

Meski kesejahteraan mereka minim, dedikasi para guru ini tidak diragukan. Mereka tetap menjalankan tugas demi kelangsungan pendidikan, bahkan di daerah yang sulit dijangkau.

Tujuan Pemerintah

Pemerintah menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui penataan status kepegawaian guru agar lebih profesional.

Di lapangan, kepala sekolah menghadapi dilema besar. Tanpa kejelasan pengganti, proses belajar mengajar berpotensi terganggu, terutama di wilayah dengan keterbatasan tenaga ASN.

Pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi dampak kebijakan ini.

* Pengangkatan guru non ASN menjadi PPPK

* Peningkatan insentif selama masa transisi

* Penempatan di sekolah swasta dengan dukungan pemerintah

Namun hingga saat ini, mekanisme pelaksanaannya masih belum sepenuhnya jelas.

Kebijakan ini memicu diskusi luas di masyarakat. Banyak pihak menilai guru non ASN telah berperan besar sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.

Yang mengisi kekosongan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Masa Depan Nasib Guru Non ASN

Para guru non ASN diminta tetap menjalankan tugas hingga akhir masa transisi, sekaligus mempersiapkan diri melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi agar memiliki peluang lebih baik ke depan.

Nasib guru non ASN kini menjadi sorotan besar dalam dunia pendidikan nasional. Kebijakan ini akan menjadi ujian bagi pemerintah, apakah mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara merata, atau justru menimbulkan persoalan baru bagi para pendidik yang telah lama mengabdi.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline7 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat8 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta8 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle9 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang9 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta9 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta9 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang9 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang9 jam lalu