Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Peraturan Negara di Ubah Demi Kaesang Bisa Nyaleg?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|18:28 WIB
Bagikan:
Peraturan Negara di Ubah Demi Kaesang Bisa Nyaleg?
Peraturan Negara di Ubah Demi Kesang Bisa Nyaleg?

PASUNDAN EKSPRES- Baru-baru ini, terjadi perdebatan hangat di kalangan netizen dan masyarakat Indonesia terkait perubahan peraturan negara yang memungkinkan Kaesang, putra Presiden Joko Widodo, untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Topik ini memicu kontroversi karena terkesan ada unsur nepotisme dan penyalahgunaan kekuasaan dalam perubahan regulasi tersebut.

Kaesang, yang saat ini berusia 29 tahun, berniat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Namun, sesuai dengan peraturan yang berlaku, syarat usia minimal untuk calon gubernur dan wakil gubernur adalah 30 tahun.

Artinya, secara aturan, Kaesang belum memenuhi syarat untuk maju dalam pemilihan tersebut.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mencabut batasan usia calon kepala daerah.

Dengan adanya perubahan ini, Kesang akan memenuhi syarat untuk mencalonkan diri.

Perubahan aturan ini terjadi secara tiba-tiba dan kebetulan tepat saat anak presiden hendak mencalonkan diri, menimbulkan berbagai spekulasi dan dugaan dari masyarakat.

Kasus Kaesang ini mengingatkan masyarakat pada situasi serupa yang terjadi sebelumnya dengan Gibran Rakabuming, kakak dari Kaesang.

Saat Gibran mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden, syarat usia minimal adalah 40 tahun, sementara Gibran saat itu baru berusia 36 tahun.

Secara mengejutkan, peraturan diubah, memungkinkan Gibran untuk ikut dalam kontestasi politik tersebut.

Ini adalah kedua kalinya terjadi perubahan peraturan yang diduga demi keuntungan anak presiden, memicu rasa deja vu di kalangan publik.

Perubahan peraturan yang terkesan mendadak dan demi kepentingan pribadi keluarga presiden ini menimbulkan berbagai reaksi dari netizen.

Banyak yang berkomentar sinis dengan mengatakan bahwa negara ini tampak seperti milik keluarga presiden, di mana peraturan dapat diubah sesuai kebutuhan mereka.

Kritikan dan komentar pedas membanjiri media sosial, mencerminkan ketidakpuasan dan kecurigaan masyarakat terhadap tindakan pemerintah.

Perubahan peraturan yang seolah-olah hanya menguntungkan pihak tertentu dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas pemerintahan dan proses demokrasi.

Sangat penting bagi pemerintah untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil, termasuk dalam hal perubahan regulasi.

Jika tidak, akan ada dampak negatif yang lebih besar terhadap legitimasi pemerintahan dan stabilitas politik negara.

Pemerintah harus berupaya untuk memastikan bahwa setiap perubahan regulasi dilakukan demi kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Berita Terbaru

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle27 menit lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional32 menit lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle1 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle2 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional2 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional2 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional2 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline2 jam lalu