Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pertamina Beberkan Faktor di Balik Kenaikan Harga Pertamax

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:13 WIB
Bagikan:
Pertamina Beberkan Faktor di Balik Kenaikan Harga Pertamax
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan latar belakang penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

PASUNDANEKSPRES.ID - PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan alasan di balik kenaikan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

Penyesuaian harga Pertamax tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlangsungan pasokan BBM nasional.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengatakan bahwa harga BBM di pasar internasional mengalami kenaikan cukup tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

Ia menuturkan bahwa selama ini Pertamina berupaya menahan harga jual BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, meskipun biaya impor untuk pengadaannya telah melampaui harga jual di SPBU.

Penyesuaian harga Pertamax ini menjadi yang pertama sejak harga minyak dunia melonjak akibat pecahnya konflik Israel-Iran pada 28 Februari 2026. Saat sejumlah BBM non-subsidi lainnya telah mengalami kenaikan harga sejak 18 April 2026, harga Pertamax sebelumnya masih belum mengalami perubahan.

Sigit juga mengungkapkan bahwa harga keekonomian Pertamax (RON 92) saat ini telah berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Dengan demikian, meskipun harga Pertamax kini naik menjadi Rp16.250 per liter, nilainya masih berada di bawah harga keekonomian.

"Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik, RON 92 itu kalau di market itu udah harganya Rp20.000-an, Rp21.000. Dan kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300," jelasnya dalam acara Sarasehan Energi DEN, di Kampus IPB Bogor, dikutip Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, harga BBM non-subsidi di dalam negeri mengacu pada harga pasar dan tidak memperoleh subsidi maupun dukungan fiskal dari pemerintah. Oleh sebab itu, penyesuaian harga dinilai penting agar perusahaan tetap memiliki kemampuan untuk membeli bahan baku BBM di pasar internasional sekaligus menjaga ketahanan stok nasional.

"Logikanya, kami Pertamina membeli barang di market impor harganya tinggi, terus kami jual di domestik harganya di bawah. Uang yang kami dapat kami gunakan untuk membeli di market nggak dapat lagi volume yang sama. Volumenya akan turun. Akibatnya adalah ketersediaan stok itu akan turun," imbuhnya.

Menurut Sigit, apabila harga terus dipertahankan di bawah tingkat keekonomian, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan yang pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga secara terukur.

"Kami tidak ingin kondisinya adalah terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan barang produk energi itu akan turun di masyarakat. Once ada peak demand, maka itu akan menjadi masalah," tambahnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat serta kondisi perekonomian nasional. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan dan masih dijual sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan harga pasar dan harga keekonomian menjadi salah satu faktor utama yang mendasari keputusan penyesuaian harga tersebut. Setelah melalui koordinasi dengan regulator, Pertamina akhirnya menerapkan penyesuaian harga Pertamax.

"Lebih kepada proses bisnis hulu ke hilir penyediaan energi yang sesuai kordinasi dengan regulator perlu dinamis dan beradaptasi atas kondisi terkini menanggapi fenomena saat ini," ujarnya.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 11 Juni 2026

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
  • Pertamax Green 95 (RON 95): naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): tetap Rp20.750 per liter.

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): tetap Rp23.000 per liter.
  • Pertamina Dex (CN 53): tetap Rp24.800 per liter.

Berita Terbaru

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional1 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat2 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat2 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional2 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga2 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional2 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga3 jam lalu
Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Headline3 jam lalu
Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Suhar Nomor Urut 2, Bawa Visi Ciater Maju dan Masyarakat Sejahtera

Subang3 jam lalu