Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sidang Lanjutan Kasus Gratifikasi Syahrul Yasin Limpo: Kesaksian Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|23:53 WIB
Bagikan:
Sidang Lanjutan Kasus Gratifikasi Syahrul Yasin Limpo: Kesaksian Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah
Sidang Lanjutan Kasus Gratifikasi Syahrul Yasin Limpo: Kesaksian Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah

PASUNDAN EKSPRES - Sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 20 Mei 2024. Dalam sidang ini, Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah memberikan kesaksian yang mengungkap permintaan uang oleh SYL saat dirinya terkena COVID-19.

SYL Didakwa Pemerasan dan Gratifikasi

SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi senilai total Rp 44,5 miliar. Ia didakwa bersama dua mantan bawahannya, Sekjen Kementerian Pertanian nonaktif Kasdi Subagyono dan Direktur Kementan nonaktif M. Hatta, yang diadili dalam berkas perkara terpisah.

Kesaksian Andi Nur Alamsyah

Andi Nur Alamsyah dalam kesaksiannya mengungkap bahwa para pejabat Kementerian Pertanian sering diminta untuk mengumpulkan uang guna memenuhi kebutuhan pribadi SYL. Permintaan tersebut mencakup sewa jet pribadi, perjalanan umrah, perjalanan ke Brasil dan Amerika Serikat, pembelian sapi kurban, acara buka puasa bersama, perawatan kecantikan anak, pembelian mobil untuk anak, gaji pembantu, pesan makanan daring, hingga renovasi kamar anak.

Selain itu, Andi mengungkap bahwa pejabat Kementan kerap harus membuat perjalanan dinas fiktif. Dana yang dihasilkan dari perjalanan dinas fiktif ini kemudian digunakan untuk memenuhi berbagai permintaan SYL.

Permintaan Uang Saat Terkena COVID-19

Andi mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, saat menjabat sebagai Direktur Alsintan, ia menerima permintaan uang sebesar Rp 450 juta dari Panji, ajudan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil, ketika dirinya sedang positif COVID-19. "Pada saat itu saya lagi COVID-19, meminta sejumlah uang sebesar Rp 450 juta," ungkap Andi.

Andi menjelaskan bahwa permintaan tersebut tidak dipenuhi karena tidak sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku. Namun, ada beberapa permintaan lain yang terpaksa dipenuhi karena tekanan dari Kasdi Subagyono dan Panji. "Ada yang kita tolak karena memang tidak sesuai dengan asas dan ketentuan yang berlaku dan SOP, namun ada beberapa permintaan yang kita penuhi karena Pak Kasdi dan Pak Panji terus menerus meminta untuk dipenuhi," jelas Andi.

Kasus ini mencerminkan betapa seriusnya masalah korupsi di Indonesia, khususnya di sektor pemerintahan. Kesaksian seperti yang disampaikan oleh Andi Nur Alamsyah menunjukkan urgensi reformasi dalam sistem birokrasi dan pengawasan di Kementerian Pertanian.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi negara yang seharusnya menjadi teladan dalam integritas dan etika kerja. Dengan adanya kesaksian ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya.

Sidang ini masih akan berlanjut dengan menghadirkan saksi-saksi lain untuk mengungkap lebih jauh tentang dugaan gratifikasi dan pemerasan yang dilakukan oleh Syahrul Yasin Limpo dan mantan bawahannya. Publik pun menantikan hasil akhir dari proses hukum ini sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini4 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat6 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta6 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta6 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang8 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline8 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline8 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline9 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle10 jam lalu