Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Skandal Chromebook Rp9,9 Triliun: Nadiem Dicekal, Google Diperiksa

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:28 WIB
Bagikan:
Skandal Chromebook Rp9,9 Triliun: Nadiem Dicekal, Google Diperiksa
Ilustrasi Indrawan Setiadi

JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) senilai Rp9,9 triliun.

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dicegah ke luar negeri, sementara Google dan sejumlah vendor lokal turut diperiksa.

Proyek ini merupakan bagian dari program digitalisasi sekolah untuk tahun anggaran 2020–2022, namun sejak awal menuai kritik dari publik dan lembaga antikorupsi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Komite Pemantau Legislatif (Kopel).

Dugaan Penyimpangan dalam Pengadaan

ICW menduga penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dalam proyek ini tidak sesuai dengan Perpres No. 123 Tahun 2020.

Pengadaan dilakukan tanpa mekanisme bottom-up, serta tidak tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), yang membuat prosesnya tidak transparan.

"Pengadaan ini seolah-olah dipaksakan dan menutup peluang pengawasan publik," ujar Almas Sjafrina, peneliti ICW.

Laptop yang dibeli menggunakan sistem operasi Chrome OS dinilai tidak cocok untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang minim infrastruktur internet.

Padahal, perangkat Chromebook sangat tergantung pada koneksi internet stabil.

Spesifikasi Minim, Harga Maksimum

Laptop yang dibeli seharga Rp8,5–Rp10 juta per unit disebut hanya memiliki RAM 4GB dan penyimpanan 32GB.

Padahal, harga pasaran perangkat serupa hanya sekitar Rp2,5 juta.

Dugaan mark-up harga hingga 300 persen pun mencuat, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp6,6 triliun.

Selain itu, proyek ini disebut tetap dipaksakan meskipun hasil uji coba penggunaan Chromebook pada 2019 menunjukkan hasil kurang memuaskan di daerah minim jaringan internet.

Pemeriksaan Meluas, Nadiem Dicegah ke Luar Negeri

Kejagung telah memeriksa sedikitnya 40 saksi, termasuk mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, yang dicegah bepergian ke luar negeri sejak 19 Juni 2025.

Ia diperiksa selama 12 jam terkait perannya sebagai pengguna anggaran.

Pemeriksaan juga menyasar mantan staf khusus Nadiem, Fiona Handayani, serta sejumlah pejabat dan vendor, termasuk perwakilan Google Indonesia.

Kejagung mencurigai adanya pengaruh Google dalam perubahan spesifikasi dari Windows ke Chrome OS, serta kemungkinan imbalan atau royalti atas penjualan Chromebook.

Strategic Partner Manager Chrome OS Indonesia, Ganis Samoedra, turut dimintai keterangan untuk menelusuri proses lobbying hingga keputusan pengadaan.

Siapa Dalang Sebenarnya?

ICW menyangsikan bahwa staf khusus menjadi aktor utama. Almas menekankan pentingnya penyidikan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran.

Ia menyebut, "Staf khusus tak punya kewenangan penuh, tanggung jawab ada di tangan PPK dan menteri sebagai pengguna anggaran."

Pengamat hukum pidana dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, juga menegaskan pentingnya menelusuri rantai komando dari level tertinggi.

"Pemeriksaan harus dimulai dari menteri, karena dialah pembuat kebijakan strategis," ujarnya.

Dukungan Politik dan Desakan Transparansi

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendukung langkah Kejagung dan meminta penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih, termasuk jika melibatkan mantan menteri atau vendor besar.

Ia menambahkan, “Kasus ini harus ditangani murni demi hukum, bukan karena tekanan atau pesanan politik.”

Jejak Masalah: Dari Tender Afiliasi hingga Dana BOS

Penyelidikan juga menyoroti pola tender yang diduga diarahkan untuk memenangkan vendor tertentu yang memiliki afiliasi dengan pejabat Kemendikbudristek.

Dugaan penyalahgunaan dana BOS untuk membeli Chromebook pun menguat, meski dana itu seharusnya digunakan untuk kebutuhan sekolah dan tunjangan guru.

Vendor-vendor yang terlibat di antaranya PT Zyrex, Axioo, Advan, Evercoss, SPC, dan TSMID.

Semua masuk dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hanya 25–40 persen.

Publik Menanti Penuntasan Kasus

Meski belum ada tersangka yang diumumkan, tekanan publik terus meningkat.

Penyelidikan ini menjadi ujian serius bagi Kejaksaan Agung dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Kasus ini harus dibongkar tuntas. Setiap rupiah dari APBN wajib digunakan seefisien mungkin untuk kepentingan rakyat,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar. (Disway/idr)

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional10 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang10 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang11 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang11 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional12 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang13 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional14 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle14 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang14 jam lalu