Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Suryacipta Paparkan Transformasi Ekosistem Industri Indonesia di Forum Investasi Hong Kong

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:16 WIB
Bagikan:
Suryacipta Paparkan Transformasi Ekosistem Industri Indonesia di Forum Investasi Hong Kong
PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) saat hadir dalam forum bisnis “Indonesia Infrastructure Transformation - Unlocking Cross Border Investment Opportunities” pada Rabu, 4 Maret 2026 di Hong Kong.

HONGKONG, PASUNDANEKSPRES.ID - PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), hadir sebagai pembicara dalam forum bisnis “Indonesia Infrastructure Transformation - Unlocking Cross Border Investment Opportunities” pada Rabu, 4 Maret 2026 yang diselenggarakan oleh HSBC dan Federation Hong Kong Industries.

Dalam sesi seminar yang dilanjutkan dengan diskusi panel tersebut, Suryacipta membagikan perspektif strategis mengenai evolusi kawasan industri Indonesia dalam menyambut relokasi rantai pasok global ke Asia Tenggara.

Kehadiran Suryacipta dalam forum ini sangat krusial mengingat peran vital Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan global (Global Financial Hub). Hong Kong juga berfungsi sebagai Super-Connector bagi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok daratan (Mainland China) untuk menyalurkan modalnya ke pasar Indonesia.

Saat ini, Hong Kong mengukuhkan posisinya sebagai sumber Foreign Direct Investment (FDI) terbesar kedua bagi Indonesia. Berdasarkan data terkini, kontribusi FDI dari Hong Kong mencapai USD 35,5 miliar dalam periode 2021-2025.

Terlebih lagi, dengan posisi Hong Kong sebagai hub re-ekspor terbesar di dunia, banyak perusahaan manufaktur yang berbasis di sana kini melirik Indonesia sebagai basis produksi strategis guna mendiversifikasi rantai pasok mereka di tengah dinamika perdagangan global.

Mewakili Suryacipta, Abednego Purnomo selaku Chief Commercial Officer memaparkan transformasi fundamental ekosistem industri Indonesia di hadapan para pelaku usaha manufaktur Hong Kong.

Menurut Abed, daya tarik Indonesia bagi manufaktur multinasional kini telah bergeser. "Kawasan industri modern tidak lagi sekadar menyediakan lahan, melainkan menawarkan integrasi penuh antara logistik, infrastruktur digital dan transisi energi,” ujarnya.

Pergeseran ini sejalan dengan target ambisius nasional untuk memangkas biaya logistik dari 23 persen PDB menjadi 8 persen pada tahun 2045, dimana Suryacipta mendukung hal tersebut melalui realisasi pengembangan kawasan industri yang terhubung langsung dengan infrastruktur strategis nasional, Subang Smartpolitan di Subang, Jawa Barat.

Salah satu katalisator utama yang juga disoroti adalah peran Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan menjadi pelabuhan otomotif terbesar di Indonesia—tentunya akan berperan penting bagi distribusi logistik internasional.

Dalam diskusi panel tersebut, terungkap bahwa kecepatan penetrasi pasar atau speed-to-market menjadi perhatian utama para investor asal Hong Kong.

Menjawab tantangan ini, Abed menjelaskan bahwa sinergi antara reformasi regulasi dan kesiapan infrastruktur kawasan telah berhasil memangkas durasi realisasi investasi secara substansial. Hal ini memberikan kepastian operasional bagi perusahaan yang ingin segera memulai produksinya di Indonesia.

Lebih lanjut, tren industrialisasi hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah standar baru. Pengembang kawasan industri di Indonesia, termasuk kota mandiri terintegrasi seperti Subang Smartpolitan “Green, Smart, and Sustainable City”, mengimplementasikan prinsip keberlanjutan ke dalam ekosistem mereka.

Pengembangan lahan industri dan komersial di kawasan ini dipadukan dengan penerapan teknologi cerdas, salah satunya untuk mendukung para pelaku bisnis merealisasikan komitmen keberlanjutan dan target emisi nol bersih mereka secara terukur.

Menutup paparannya, Abed menyoroti pesatnya pertumbuhan sektor sekunder di Indonesia, khususnya pada industri logam yang mendominasi FDI Hong Kong dengan kontribusi sebesar 19,7 persen sepanjang periode 2021-2025.

Munculnya peluang strategis di bidang baterai kendaraan listrik (EV) serta farmasi pun diproyeksikan akan menjadi penggerak utama permintaan lahan industri di masa mendatang, sekaligus menjadi pilar baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Ia menekankan bahwa pemilihan mitra industri dengan jaringan rantai pasok yang matang menjadi faktor krusial dalam mengoptimalkan efisiensi biaya operasional jangka panjang.

Hal inilah yang mendasari pengembangan Subang Smartpolitan, di mana Suryacipta berupaya menyediakan ekosistem yang mampu memfasilitasi para pelaku usaha untuk mewujudkan operasional industri yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional6 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta7 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang7 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang7 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga8 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional8 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle9 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang9 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle9 jam lalu