Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Elon Musk Diam-diam Buat Ratusan Satelit Untuk Awasi Seluruh Dunia

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|06:00 WIB
Bagikan:
Elon Musk Diam-diam Buat Ratusan Satelit Untuk Awasi Seluruh Dunia
Elon Musk diam-diam buat ratusan satelit buat intai seluruh dunia.(ilustrasi Freepik @macrovector)

PASUNDAN EKSPRES - Elon Musk, melalui perusahaannya SpaceX, sedang secara diam-diam menggarap pembuatan ratusan satelit khusus pengintai. Terungkap bahwa mereka telah menerima kontrak dari lembaga intelijen Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 1,8 miliar, seperti yang dilaporkan oleh sumber terpercaya.

Kontrak tersebut, yang telah ditandatangani pada tahun 2021, bertujuan untuk merancang sistem satelit pengintaian yang mutakhir. Ratusan satelit pengintai ini dirancang untuk dapat merekam detail-detail Bumi dengan presisi tinggi sambil beroperasi di orbit rendah.

Ini menunjukkan hubungan yang erat antara SpaceX dengan sistem keamanan nasional Amerika Serikat. Satelit-satelit ini dikembangkan oleh SpaceX dalam kemitraan dengan National Reconnaissance Office (NRO), lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan satelit pengintai.

Seperti dilansir dari Reuters pada Kamis (21/3/2024), pembangunan konstelasi satelit pengintai ini, ketika selesai, akan memberikan keunggulan bagi intelijen Amerika dalam mengidentifikasi target-target di seluruh dunia.

"NRO sedang mengembangkan sistem pengintai berbasis luar angkasa yang paling canggih dan beragam di dunia, untuk keperluan pengintaian dan pengawasan," ujar pernyataan dari NRO terkait kabar ini.

Sebuah sumber yang memiliki akses dekat dengan program ini bahkan mengklaim bahwa satelit-satelit tersebut telah dirancang dengan kemampuan untuk memastikan bahwa tidak ada yang dapat menyembunyikan diri dari pengintaian mereka.

SpaceX memang sudah lama terlibat dalam proyek-proyek intelijen dan militer Amerika Serikat, memberikan dukungan teknologi mereka. Pada tahun 2022, mereka mengembangkan satelit Starshield yang secara khusus dirancang untuk keperluan pemerintah Amerika Serikat, dengan fitur keamanan data dan enkripsi yang tinggi.

Berita Terbaru

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang20 menit lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional10 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional11 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang11 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang12 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle12 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang12 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang12 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional12 jam lalu