Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Kesehatan dalam Memanfaatkan Bonus Demografi

N
Nanda YuanitaEditor: Nanda Yuanita
|15:24 WIB
Bagikan:
Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Kesehatan dalam Memanfaatkan Bonus Demografi
Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Kesehatan dalam Memanfaatkan Bonus Demografi (dok.instagram/jokowi)

PASUNDAN EKSPRES - Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya komitmen pemerintah untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional dalam rangka memaksimalkan potensi bonus demografi Indonesia pada 10-15 tahun mendatang. 

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat meresmikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita, Jakarta, pada Senin, 6 Mei 2024.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Ratusan Formasi CPNS dan PPPK Tersedia di Kabupaten Subang Tahun 2024

“10-15 tahun yang akan datang kita akan mendapatkan yang namanya bonus demografi,” kata Presiden Jokowi. “Tetapi 68 persen usia produktif itu percuma, akan percuma kalau kesehatannya tidak baik. Oleh sebab itu betul-betul mati-matian, kita harus menyiapkan ini, harus merencanakan ini, harus merombak hal-hal yang kurang, harus kita perbaiki semuanya.”

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan pengamatannya selama beberapa bulan terakhir berkunjung ke berbagai fasilitas kesehatan di daerah untuk memastikan ketersediaan peralatan medis modern seperti MRI, mammografi, dan cath lab. 

BACA JUGA:Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Efektif Kunci Menjalankan Tugas-Tugas TNI Angkatan Darat dengan Baik

Namun, Presiden mengakui bahwa tantangan terbesar adalah kekurangan dokter spesialis, terutama di provinsi-provinsi kepulauan.

“Selalu keluhan di daerah, utamanya di provinsi-provinsi kepulauan selalu adalah dokter spesialis yang tidak ada. Ini menjadi PR besar kita menurut saya, karena rasio dokter berbanding penduduk kita saya juga kaget saya tadi pagi baru baca 0,47 dari 1000,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi pun menyoroti urgensi peningkatan jumlah dokter spesialis di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, saat ini Indonesia berada di peringkat 147 dunia dan peringkat 9 di ASEAN terkiat jumlah dokter yang ada.

BACA JUGA:Ratusan Warga Pasirmunjul Keracunan, Diduga Usai Santap Hidangan Hajatan

“Ini problem angka-angka yang harus kita buka apa adanya. Jangan sampai peralatan yang tadi sudah sampai di kabupaten, kota, sudah sampai di provinsi tidak berguna gara-gara dokter spesialis yang tidak ada,” ucap Presiden.

Guna mengatasi masalah tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas kedokteran dan rumah sakit. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya menyebut bahwa saat ini terdapat 24 fakultas kedokteran dan ada 420 rumah sakit di Indonesia.

BACA JUGA:Persibangga Menang Di Laga Akhir Kontra Caladium FC 3-0

“Dua mesin ini harus dijalankan bersama-sama agar segera menghasilkan dokter spesialis yang sebanyak-banyaknya, dengan standar-standar internasional,” tutur Presiden.

Presiden pun berharap kelengkapan alat-alat kesehatan di rumah sakit atau Puskesmas di berbagai daerah di Indonesia dapat segera terlaksana. 

Hal tersebut penting agar kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dapat terjamin dan Indonesia dapat melompat menjadi negara maju.

BACA JUGA:Syarat Nyalon Bupati Jalur Perseorangan Minimal Kumpulkan 55.045 KTP

“Betul-betul semuanya terlaksana dan bonus demografi 68 persen usia produktif tadi betul-betul bermanfaat bagi negara ini untuk melompat maju kita menjadi negara maju dengan GDP ekonomi yang baik, dengan GDP per kapita yang tinggi sesuai dengan yang dimiliki negara-negara maju,” tutup Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

(nym) 

Berita Terbaru

Aksi Heroik Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0, 10 Pemain Garuda tetap Kuat!

Aksi Heroik Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0, 10 Pemain Garuda tetap Kuat!

Olahraga3 jam lalu
Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Nasional5 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Subang5 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Nasional6 jam lalu
1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

Purwakarta6 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang6 jam lalu
Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Nasional6 jam lalu
Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Subang7 jam lalu
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Purwakarta8 jam lalu