Tok! BWF Ubah Sistem Skor Bulutangkis Jadi 15 Poin Mulai 2027

PASUNDANEKSPRES.ID - Perubahan besar akhirnya datang setelah lebih dari dua dekade. Sistem skor bulutangkis yang selama ini identik dengan format 21 poin, kini resmi akan berganti.
Sistem skor bulutangkis terbaru ini disahkan dalam pertemuan tahunan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang digelar di Horsens, Denmark, pada 25 April 2026.
Hasil voting menunjukkan mayoritas mutlak mendukung perubahan tersebut, menandai dimulainya era baru yang akan berlaku mulai 4 Januari 2027.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri penggunaan sistem 21 poin yang telah dipakai sejak era modern bulutangkis diperkenalkan.
Perubahan ini menjadi salah satu agenda paling disorot dalam pertemuan tahunan BWF. Seluruh federasi anggota hadir, termasuk perwakilan dari Indonesia yang turut mengikuti pembahasan hingga akhir sidang.
Sistem Skor Bulutangkis Baru Disahkan
Format baru dalam sistem skor bulutangkis tetap menggunakan best of three games, tetapi setiap gim kini hanya dimainkan hingga 15 poin.
Sistem reli poin tetap dipertahankan, sehingga setiap reli langsung menghasilkan angka.
Aturan lengkapnya sebagai berikut mengutip dari laman BWF News dan PBSI:
- Setiap gim dimainkan hingga 15 poin
- Menggunakan sistem reli poin
- Jika skor 14-14, berlaku selisih dua poin (deuce)
- Batas maksimal poin tetap 21
Perubahan ini membuat ritme pertandingan diperkirakan menjadi lebih cepat. Setiap poin memiliki dampak lebih besar dibanding sebelumnya.
Situasi tersebut menuntut pemain untuk langsung tampil agresif sejak awal, karena ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi lebih terbatas.
BWF menyebut perubahan sistem skor bulutangkis ini sebagai upaya untuk meningkatkan intensitas pertandingan sekaligus efisiensi durasi. Laga yang lebih singkat dinilai lebih mudah dinikmati tanpa mengurangi kualitas persaingan.
Dari sisi teknis, pelatih dan pemain harus melakukan penyesuaian. Strategi yang selama ini disusun untuk format 21 poin tidak bisa diterapkan sepenuhnya. Awal gim menjadi fase krusial, karena selisih poin kecil bisa langsung menentukan hasil akhir.
Di Indonesia, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai menyiapkan langkah adaptasi.
Evaluasi program latihan dan simulasi pertandingan menjadi bagian dari persiapan menuju penerapan sistem baru.
(pm)
