Tur Eropa BWF Jadi Alarm, PBSI Beberkan Pekerjaan Rumah Atlet Pelatnas

PASUNDANEKSPRES.ID - Rangkaian tur Eropa BWF sepanjang Maret 2026 ditutup tanpa satu pun gelar untuk Indonesia. Hasil ini jelas menjadi perhatian serius, mengingat persiapan sudah dilakukan sejak awal, termasuk pemusatan latihan di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris, sebelum turnamen dimulai.
Tur Eropa BWF kali ini mencakup empat turnamen besar, yakni German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters.
Pada awalnya Indonesia hanya mengirim kekuatan terbatas di German Open, namun komposisi pemain diperkuat di tiga turnamen berikutnya.
Harapan untuk membawa pulang gelar pun sempat terbuka, tetapi tidak berbuah hasil. Satu-satunya pencapaian paling mendekati datang dari sektor tunggal putri melalui Putri Kusuma Wardani.
Ia berhasil melaju hingga final Swiss Open 2026 sebelum akhirnya harus puas menjadi runner-up usai dikalahkan Supanida Katethong.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menilai hasil di tur Eropa BWF belum sesuai target, meski ada perkembangan dari sisi permainan.
Ia menyoroti pentingnya konsistensi saat menghadapi momen penentuan di pertandingan.
“Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik,” ujar Eng Hian dikutip dari press release PBSI.
Evaluasi tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga fisik dan mental. Jadwal pertandingan yang padat membuat pemain dituntut menjaga kondisi secara optimal dalam waktu singkat.
Dari sektor ganda putra, pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi sorotan.
Setelah sempat meraih gelar di Thailand Masters 2026, performa mereka justru cenderung menurun dalam tur Eropa BWF, termasuk setelah hasil kurang maksimal di Kejuaraan Beregu Asia.
Sementara itu, sektor tunggal putra menunjukkan perkembangan melalui penampilan Alwi Farhan.
Ia tampil kompetitif sepanjang tur, termasuk mencapai perempat final All England dan menjadi runner-up di Swiss Open. Salah satu hasil pentingnya adalah kemenangan atas unggulan pertama asal China, Li Shifeng.
Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama, Indra Wijaya, menilai performa Alwi menunjukkan arah positif meski masih perlu peningkatan dari sisi daya tahan fisik.
“Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini. Di All England dia bisa mencapai babak delapan besar, lalu menjadi runner-up di Swiss Open,” kata Indra Wijaya.
Dari sektor ganda putra, pasangan muda Raymond/Joaquin juga mendapat evaluasi tersendiri.
Kepala Pelatih Ganda Putra Utama, Antonius Budi Ariantho, menilai potensi keduanya cukup terlihat, meski masih ada kekurangan yang harus dibenahi.
“Secara permainan, mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan,” ujar Antonius.
PBSI memastikan hasil dari tur Eropa BWF ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
(pm)
