Globalisasi dan Identitas Nasional mengapa Negara Indonesia semakin tanpa batas

Oleh:
Alsya Aini Nurafifah
(Mahasiswa Universitas Siliwangi)
PASUNDANEKSPRES - Kalau kita liat negara Indonesia pada saat ini, rasanya melihat dunia semakin tanpa adanya batas informasi dari Amerika bisa kita terima dalam hitungan detik, trend yang berada di Korea bisa viral dalam satu malam, dan produk luar negeri bisa masuk ke rumah hanya cuma dengan satu q2klik.
Padahal jika kita flashback ke beberapa tahun lalu saja apalagi pada saat sebelum mengenal adanya internet dengan kondisi yang sangat jauh berbeda, Yang mana identitas budaya negara Indonesia yang masih utuh dan lebih tertutup, dan lebih mengakar di kehidupan sehari-hari.
Menurut Anthony Giddens, hal kaya gini memang wajar adanya di era globalisasi. Giddens bilang globalisasi itu intinya memperkuat hubungan sosial seluruh dunia sampai-sampai hal yang terjadi jauh diluar sana bisa langsung berpengaruh pada kehidupan sehari-hari kita, teknologi juga bikin jarak dan waktu jadi kaya menyusut, dimana dalam istilah Giddens hubungan sosial sekarang udah masuk keruang global yang jauh lebih luas.
Dulu, kehidupan masyarakat Indonesia lebih banyak di pengaruhi oleh lingkungan yang hanya ada di sekitar, masyarakat lebih mengenali budaya daerahnya masing- masing daripada budaya negara lain, musik yang mereka dengar kebanyakan lagu daerah atau musik nasional. Yang mana televisi juga masih jadi sumber hiburan utama, anak-anak sekolah belajar sejarah Indonesia melalui buku cetak, bukan seperti pada saat ini yang bisa mempelajari dari YouTube dan TikTok. Karena akses pada saat itu sangat terbatas identitas nasional pun terasa solid lebih mudah dikenali dan lebih jelas batasanya. Lalu globalisasi datang secara pelan-pelan yang mana dibawa oleh teknologi dan mobilitas manusia. Internet mulai merata dan media sosial menjadi bagian dari rutinitas banyak orang.
Lihat saja fenomena budaya popular, dimana kota-kota besar hampir di setiap sudutnya memiliki kafe bergaya barat,restoran seperti ala Korea atau toko yang menjual aksesoris Jepang dimana anak muda lebih update drama Korea terbaru daripada perkembangan budaya lokal. Identitas budaya yang dulu sangat lokal kini bercampur dengan identitas global. Tapi uniknya warga negara In444donesia tetap nyaman dengan adanya campuran itu,
Di bidang sosial, mobilitas manusia semakin tinggi banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri dan membawa pulang cara berpikir yang baru, banyak warga negara asing juga yang tinggal di kota besar Indonesia hanya untuk membuka usaha atau berkarya. Interaksi antarbudaya ini otomatis membentuk pola hidup baru dalam bermasyarakat, perubahan ini terasa dalam cara kita melihat diri sendiri sebagai bangsa.
Masyarakat Indonesia hidup dalam dua dunia sekaligus dimana dunia lokal yang membentuk kita sejak kecil, dan dunia global yang mempengaruhi kita setiap hari. Identitas kita menjadi kombinasi unik dari keduanya, bukan hilang tapi ini hanya merubah bentuk. Batas negara yang semakin kabur juga bikin kita menghadapi tantangan baru misalnya rasa kebanggaan nasional yang kadang melemah karena budaya luar dianggap lebih keren, selain itu arus informasi bebas kadang bikin masyarakat kesulitan membedakan mana nilai asli bangsa mana yang hanya trend sesaat. Ini mrnjadi tantangan nyata yang harus di hadapi.
Globalisasi juga bisa menjadi peluang besar. Identitas nasional yang cair bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi memberi ruang untuk berkembang kita bisa tetap menjadi bangsa yang punya akar kuat tapi mampu beradaptasi dengan dunia luar, Indonesia memiliki modal budaya yang kaya bahkan lebih kaya daripada banyak negara lainnya dan globalisasi bisa membuat budaya itu dikenal dunia jika di kelola dengan cerdas, jadi globalisasi bukan hanya ancaman tapi juga kesempatan.
Pada akhirnya, setelah melihat semua contoh dari kehidupan Indonesia mulai dari budaya,ekonomi,sosial sampai tekonologinya kita bisa menyimpulkan pada satu hal dunia ini memang tanpa batas, dan Indonesia ikut berada dengan arus itu. Bukan karena kita menolak identitas nasional tapi karena cara kita memahami identitas itu yang ikut berubah identitas nasional sekarang bukan lagi tentang batas yang kaku, tapi tentang kemampuan mencampur,beradaptasi, dan tetap menjaga nilai-nilai dasar sebagai bangsa.
Jadi ketika kita bertanya mengapa Indonesia semakin tanpa batas? Jawabannya ada pada kehidupan sehari-hari kita sendiri. Globalisasi bergerak lewat hal-hal kecil yang kita temui di kehidupan sehari-hari, Indonesia bukan hilang dia sedang berevolusi tantanganya adalah bagaimana kita menjaga agar perubahan ini tetap membuat kita bangga sebagai bangsa,bukan kehilangan arah.
