Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bukan DO, 9 Oknum Siswa Smansa Yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Dibina di Ruang Khusus

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:20 WIB
Bagikan:
Bukan DO, 9 Oknum Siswa Smansa Yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Dibina di Ruang Khusus
AKSI SOSIAL: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyebutkan bahwa hukuman kepada sembilan oknum siswa SMAN 1 Purwakarta berupa aksi sosial dan ditempatkan di ruang khusus saat kegiatan belajar mengajar. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyebutkan bahwa hukuman kepada sembilan oknum siswa SMAN 1 Purwakarta (Smansa) yang mengacungkan jari tengah kepada guru sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Hukumannya berupa aksi sosial. Para siswa tersebut juga tetap mengikuti pembelajaran, hanya saja di ruang khusus. Mereka didampingi psikolog. Ada pula guru pendamping," kata Kang Ipung, panggilan akrab Purwanto, usai melakukan rapat dengan pihak sekolah, di SMAN 1 Purwakarta, Senin (20/4/2026).

Tak sampai di situ, Purwanto juga menginstruksikan sekolah dan orang tua siswa yang bersangkutan untuk melakukan evaluasi selama tiga bulan masa hukuman. Terkait program Barak Militer, ia menyebutkan akan menjadi bahan pertimbangan dengan melihat hasil evaluasi.

"Hari ini, tumbuh kembang karakter anak dipengaruhi berbagai faktor, tak hanya orang tua di rumah maupun guru di sekolah, tapi juga pengaruh media sosial, handphone dan lainnya. Jadi pembentuknya tidak berdiri sendiri," ujar Kang Ipung.

Ia juga dengan tegas telah memerintahkan sekolah agar pada saat siswa masuk kelas tidak pegang handphone. Bisa dikumpulkan di depan kelas dan lainnya. Karena, sambungnya, tak ada yang bisa menjamin saat kegiatan belajar mengajar, siswa malah live tiktok atau membuka media sosial.

Kronologi Kejadian Oknum Siswa Smansa


Sementara itu, guru yang menjadi objek tindakan tak terpuji oknum siswa, Bu Atun, dengan ikhlas memaafkan para siswanya itu.

"Saat kejadian saya tak tahu para siswa berbuat seperti itu. Saya pun tahunya setelah viral. Tapi tak ada rasa marah atau dendam, saya hanya merasa sedih. Mereka tetap saya sayangi seperti siswa lainnya," kata guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ini.

Ia menjelaskan, saat hari kejadian adalah waktunya presentasi para siswa yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Adapun para oknum siswa tersebut merupakan satu kelompok yang harusnya tampil di urutan awal namun diubah menjadi urutan paling akhir.

"Seluruh murid, termasuk mereka, telah melakukan presentasi dengan lancar dan setelahnya juga tidak ada hal-hal lain, seperti biasa saja. Anak-anak mencium tangan saya, semua senyum, saya tidak tahu kalau di belakang saya ada siswa berlaku seperti itu," ujar Bu Atun.

Klarifikasi Kepala Sekolah


Terkait video permintaan maaf yang dilakukan para pelaku beserta seluruh teman sekelasnya, Kepala SMAN 1 Purwakarta Sidik Tamsil memberikan klarifikasinya.

"Jadi pertimbangannya saat itu, siswa lainnya membiarkan hal tersebut terjadi. Sehingga dibuatlah permintaan maaf yang disampaikan satu kelas," ucap Sidik.

Ia pun menjamin ke-24 siswa lainnya itu tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dan tidak ada sanksi apapun.(add/ysp)

Berita Terbaru

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional4 menit lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional7 menit lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang15 menit lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang17 menit lalu
ADVERTISEMENT
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang20 menit lalu
Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Tanam Jagung 1 Hektare di Subang, Kapolres Subang: Jangan Berhenti Seremonial

Subang24 menit lalu
DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

DPRD Purwakarta Dukung DPMPTSP Tempuh Jalur Hukum Soal Dugaan Pemalsuan SLHS SPPG

Purwakarta26 menit lalu
Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

Subang29 menit lalu
Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Debit Dua Sumber Mata Air PDAM Purwakarta Turun 60 Persen

Purwakarta31 menit lalu
Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Sambang Warga, Kapolsek Plered Imbau Jaga Kamtibmas

Purwakarta43 menit lalu