Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bulog Sebut Penyerapan Gabah Naik Tiga Kali Lipat, Capai 70 Ribu Ton

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
Bulog Sebut Penyerapan Gabah Naik Tiga Kali Lipat, Capai 70 Ribu Ton
Pemimpin Bulog Subang, Djoko Purnomo

PASUNDANEKSPRES.ID - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Subang (meliputi Purwakarta) mencatat capaian luar biasa dalam penyerapan gabah dan beras sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, penyerapan mencapai 70 ribu ton, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya 21 ribu ton.

‎‎Pemimpin Bulog Subang, Djoko Purnomo, mengatakan, pencapaian ini menjadi yang tertinggi sejak dirinya bertugas di Subang.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Bulog, TNI, dan Dinas Pertanian dalam memastikan beras petani terserap dengan baik.

‎"Alhamdulillah target penyerapan kami tercapai 100 persen. Dari 21 ribu ton naik jadi 70 ribu ton. Ini hasil kerja keras seluruh tim dan sinergi dengan Babinsa serta penyuluh pertanian lapangan yang membantu mendata panen di lapangan," kata Djoko saat berkunjung ke Purwakarta, belum lama ini.

‎Secara nasional, Bulog juga menorehkan rekor baru dengan menyerap 3 juta ton beras dari petani di seluruh Indonesia, capaian tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri pada 1967.

‎Menurut Djoko, keberhasilan ini juga ditopang oleh arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional melalui program Asta Cita. ‎

"Pak Presiden ingin ketahanan pangan menjadi modal utama bangsa. Beliau menugaskan Bulog agar fokus menyerap beras dalam negeri tanpa terlalu bergantung pada impor," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.

‎‎Bulog, kata Djoko, juga terbantu oleh program Bantuan Pangan Nasional dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan pemerintah.

Program ini, sambungnya, selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, juga memperlancar perputaran stok beras di gudang Bulog.

‎"Kalau beras hanya disimpan, kualitasnya bisa turun. Tapi dengan disalurkan lewat bantuan pangan dan SPHP serta MBG stok berputar dan masyarakat terbantu," ucapnya.

‎Tahun ini, Bulog menyalurkan bantuan pangan dua tahap, yaitu Juni-Juli dan Oktober - November, dengan 10 kilogram beras per bulan per keluarga penerima manfaat, ditambah dua liter minyak goreng.

‎‎Salah satu inovasi penting Bulog Subang, kata dia, adalah menghidupkan kembali 34 penggilingan padi yang sebelumnya berhenti beroperasi hingga 10 tahun lebih.

Melalui sistem maklon, Bulog memanfaatkan fasilitas mitra untuk menggiling gabah petani menjadi beras, yang kemudian diserap untuk stok nasional. ‎

"Dulu penggilingan kecil kalah saing karena modal besar. Sekarang Bulog bantu dengan sistem maklon, jadi mereka bisa jalan lagi dan petani terbantu," kata Djoko.

‎Sebagai BUMN, Bulog tetap mengedepankan peran sosial dibanding profit. Menurut Djoko, sekitar 80 persen kegiatan Bulog merupakan Public Service Obligation (PSO), yaitu kewajiban pelayanan publik untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

‎"Kami ini bukan semata mengejar untung, tapi memastikan masyarakat tercukupi pangannya dengan harga terjangkau," ujarnya.

‎Meski demikian, Bulog juga memiliki lini bisnis komersial sekitar 20 persen, seperti produksi beras premium, gula, tepung, dan daging, serta mendirikan Sentra Penggilingan Padi (SPP) di Rancaudik, Subang, untuk memasok beras ke pasar modern.

‎‎Di sisi lain, tantangan besar yang dihadapi Bulog adalah dampak cuaca ekstrem yang dapat menurunkan kualitas gabah serta tingginya biaya penyimpanan. ‎

"Saat musim hujan, banyak gabah terendam air sehingga harganya turun. Bulog harus siap menyerap agar tidak merugikan petani," ucap Djoko.

‎Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas beras di gudang agar tidak rusak, dengan sistem spraying setiap bulannya dan fumigasi tiga bulan sekali serta perawatan rutin ventilasi agar sirkulasi udara tetap baik.

‎‎Dengan capaian dan tantangan tersebut, Bulog Subang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penyangga pangan rakyat sekaligus pelindung harga bagi petani.

‎"Tujuan kami jelas, menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan beras. Karena pangan adalah urusan hidup orang banyak," kata Djoko.(add/sep)

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional9 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang9 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang9 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang10 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional11 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang12 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional12 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle12 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang13 jam lalu