Cuaca ekstrem, BPBD Purwakarta Catat 45 Kejadian Bencana Sepanjang Januari 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal tahun membuat Kabupaten Purwakarta berada dalam status siaga bencana. Sepanjang Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mencatat sedikitnya 45 kejadian bencana yang tersebar di 17 kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan, tingginya curah hujan disertai angin kencang menjadi faktor utama terjadinya berbagai bencana tersebut.
"Berdasarkan rekapitulasi BPBD selama Januari 2026, tercatat satu kejadian banjir, 27 kejadian cuaca ekstrem, 16 kejadian tanah longsor, serta satu kejadian lain-lain. Hampir seluruh kejadian bencana dipicu oleh faktor cuaca ekstrem," kata Abah Erlan, panggilan akrabnya, kepada wartawan Pasundan Ekspres, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini Kabupaten Purwakarta masih berstatus siaga bencana dan status tersebut diperkirakan berlangsung hingga April 2026, seiring masih tingginya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Sebaran kejadian bencana terjadi di sejumlah kecamatan. Kecamatan Jatiluhur mengalami satu kejadian banjir dan tiga kejadian tanah longsor.
Kecamatan Sukasari dilanda dua kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor, sementara Kecamatan Tegalwaru dan Campaka masing-masing mengalami satu kejadian tanah longsor.
Di Kecamatan Sukatani tercatat dua kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor. Kecamatan Darangdan mengalami dua kejadian cuaca ekstrem, Kecamatan Bojong tiga kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor, serta Kecamatan Wanayasa mencatat empat kejadian cuaca ekstrem.
Kecamatan Kiarapedes menjadi wilayah dengan kejadian cuaca ekstrem terbanyak, yakni lima kali, disertai satu kejadian tanah longsor.
Kecamatan Pasawahan mengalami satu kejadian cuaca ekstrem dan satu tanah longsor.
Kecamatan Pondoksalam mencatat dua kejadian cuaca ekstrem dan satu tanah longsor, sedangkan Kecamatan Purwakarta mengalami enam kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor.
Sementara itu, Kecamatan Bungursari mengalami satu kejadian bencana kategori lain-lain.
Abah Erlan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan bencana seperti daerah perbukitan, bantaran sungai, serta kawasan dengan sistem drainase yang kurang memadai.
"BPBD mengajak seluruh masyarakat untuk tetap siaga dan segera melaporkan apabila terjadi potensi bencana di lingkungan masing-masing, mengingat dampak cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa bulan ke depan," ujarnya.(add/sep)
