Imbas Harga Pertamax Naik, Warga Beralih Massal ke Pertalite

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejak kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, terjadi antrean signifikan di sejumlah SPBU wilayah Purwakarta.Banyak warga dan pengendara yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini beralih memilih Pertalite dengan harga tetap Rp10.000 per liter.
Pantauan di SPBU Pertamina Jalan Veteran dan sekitar wilayah perkotaan di Purwakarta, antrean pengisian Pertalite tampak lebih panjang dibandingkan biasanya. Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax terasa lebih sepi.
"Selisih harganya lumayan jauh, hampir Rp6.000 per liter. Kalau dipakai setiap hari untuk kerja dan antar anak sekolah, bedanya terasa sekali di kantong," ujar salah seorang warga kepada Pasundan Ekspres, Rian (34), kemarin.
Hal senada disampaikan Iwan (29), pengemudi ojek daring. Ia menyatakan kondisi ekonomi saat ini membuat biaya operasional harus ditekan seketat mungkin.
"Sebelumnya pakai Pertamax, tapi sekarang tidak sanggup. Pertalite masih aman, kendaraan tetap jalan lancar dan pengeluaran lebih terkontrol," tambahnya.
Pembelian Pertamax Turun Cukup Tajam
Pihak pengelola SPBU mencatat penjualan Pertalite naik sekitar 15–20 persen dalam satu minggu terakhir, sedangkan pembelian Pertamax turun cukup tajam.
"Kami pastikan stok Pertalite tetap aman dan cukup untuk kebutuhan warga sehari-hari," ujar petugas SPBU.
Pertalite memiliki angka oktan RON 90, cukup aman untuk sebagian besar kendaraan keluaran terbaru, dan menjadi pilihan tengah naiknya harga kebutuhan pokok lainnya.
Warga berharap ke depannya harga BBM bisa kembali stabil agar beban pengeluaran tidak semakin berat.
"Dan untuk stok Pertalite, sejumlah SPBU menargetkan pesanan BBM jenis Pertalite lebih banyak dari biasanya namun juga tidak mengurangi stok Pertamax," pungkasnya.(mas/sep)
