Maula Akbar Siap Perjuangkan Aspirasi Kader Posyandu di Purwakarta

PASUNDANEKSPRES.ID - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Maula Akbar Mulyadi sambangi puluhan kader Posyandu, para ketua RW/ RT Desa Campakasari, Kecamatan Campaka Purwakarta dalam kegiatan Reses ke 1, Selasa (25/11/2025).
Pada kesempatan temu muka tersebut, Maula Akbar memaparkan tentang kondisi dan situasi kerja para kader Posyandu. Maula menegaskan, jika dirinya bagian dari masyarakat Purwakarta dan bertekad memperjuangkan hak-hak kader Posyandu yang kian hari kian berat.
"Peningkatan Honor misalnya, kader Posyandu tentunya mengharapkan adanya kenaikan upah atau honor sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kenaikan honor ini akan kami perjuangkan, sehingga dapat menjadi memotivasi mereka untuk menjalankan tugas dengan lebih baik," ungkap putra Sulung Gubernur Jawa Barat itu.
Lalu Maula Akbar kepada sejumlah OPD, Camat dan APDESI yang ikut hadir menerangkan soal bagaimaana memikirkan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk kader Posyandu. Dilapangan, Maula mengaku seringkali mendapati keterbatasan sarana dan prasarana kader saat menjalankan tugasnya.
Menurutnya, kader Posyandu pasti berharap agar setiap Posyandu dapat memiliki gedung atau bangunan sendiri untuk kegiatan, serta peralatan yang lebih lengkap seperti tensimeter dan timbangan.
"Tidak sedikit kader Posyandu melayani masyarakat dengan menempati ula terbuka, bahkan di Mushola atau Masjid sebagai lokasi pelayanan. Hal ini harus kita perjuangkan, dan saya harap semua kepala desa di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Purwakarta dan Karawang bisa melaporkan dan mengajukan pembangunan gedung Posyandu agar pelayanan kesehatan ibu dan anak oleh kader posyandu lebih maksimal," ucapnya kepada Pasundan Ekspres.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengupayakan pelatihan dan peningkatan kapasitas kader Posyandu. Dengan kondisi komprehensif terkait penggunaan alat kesehatan, penyusunan laporan kegiatan, serta pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak.
Pelatihan ini, kata Maula, penting agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih percaya diri dan efektif.
"Akan kami terus upayakan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang dukungan Pemerintah dan transparansi dana kader Posyandu. Sehingga tercipta dukungan yang lebih besar dari pemerintah, termasuk tambahan dana untuk operasional, peralatan, dan pemberian makanan tambahan (PMT). Mereka juga mengharapkan adanya transparansi dalam distribusi dana bantuan operasional Posyandu," cetusnya.
Meski demikian, Maula berharap peran yang lebih luas kader Posyandu, mereka tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup bidang-bidang lain seperti penanganan masalah sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Keterlibatan dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu. Dan diharapkan dapat diselenggarakan oleh dinas kesehatan, agar mereka aktif dan tidak bersifat pasif dalam menerima informasi," pungkasnya.(mas/sep)
