Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pembuatan SLHS SPPG di Purwakarta Diduga Terjadi Pungutan, Mekanisme dan Tranparansi Dipertanyakan

M
MaldiansyahEditor: Asep
|06:00 WIB
Bagikan:
Pembuatan SLHS SPPG di Purwakarta Diduga Terjadi Pungutan, Mekanisme dan Tranparansi Dipertanyakan
Salah satu SPPG di Purwakarta saat menerima SLHS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten Purwakarta kini terus menjadi sorotan. Pasalnya, beredar informasi bahwa pemohon khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus mengeluarkan biaya administrasi bervariasi antara Rp 3 - 4 juta guna mendapatkan sertifikat tersebut terbit.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar, apakah pungutan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, atau justru mengarah pada praktik di luar ketentuan?.

Secara normatif, SLHS merupakan dokumen penting yang diterbitkan sebagai bukti bahwa suatu usaha telah memenuhi standar higiene dan sanitasi sesuai regulasi.

Dalam praktiknya, penerbitan SLHS seharusnya mengacu pada aturan yang transparan, baik dari sisi prosedur maupun pembiayaan.

Jika memang terdapat biaya, maka harus tercantum secara resmi dalam Peraturan Daerah (Perda) atau regulasi lain yang sah, seperti retribusi jasa umum atau jasa usaha.

Namun, jika angka Rp3 - 4 juta tersebut tidak memiliki dasar hukum yang tegas, misalnya tidak tercantum dalam Perda atau peraturan lainnya tentang retribusi daerah atau tidak masuk dalam komponen resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka patut diduga adanya praktik pungutan liar (pungli) yang membebani masyarakat.

Selain itu, transparansi menjadi kunci utama dalam pelayanan publik khususnya bagi pelaku usaha bukan hanya SPPG. Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, baik Dinas Kesehatan maupun Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), baiknya mempublikasikan biaya penerbitan SLHS bagi pelaku usaha makanan.

Bahkan Pemerintah Daerah seharusnya membuka secara jelas mulai dari rincian biaya, alur proses, hingga estimasi waktu penerbitan SLHS untuk SPPG.

Menyoroti hal itu, Ketua Pospera Kabupaten Purwakarta, Asep Sonjaya mengatakan, tanpa keterbukaan publik, pembuatan SLHS untuk SPPG akan menjadi ruang spekulasi dan daya tawar bagi dinas terkait.

"Penting untuk meninjau kembali apakah diperlukan biaya secara resmi dan tercantum ke publik, apakah juga untuk proses SLHS tersebut yang katanya dilakukan oleh tim khusus mencakup komponen teknis seperti inspeksi lapangan, uji laboratorium, atau pelatihan tertentu," ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Selain itu, lanjut Asep, seluruh komponen tersebut harus dijelaskan secara rinci kepada pemohon. Namun jika tidak, maka pungutan tersebut menjadi tidak rasional dan berpotensi melanggar hukum.

"Situasi ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Penegakan aturan tidak boleh setengah hati, apalagi jika menyangkut pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha kecil," jelasnya.

Pada akhirnya, kata dia, publik berhak mendapatkan kepastian hukum dan biaya resmi untuk pembuatan SLHS di Purwakarta.

"Jika memang ada pungutan di luar ketentuan, maka harus ada langkah tegas untuk menertibkan, bahkan menindak pihak-pihak yang terlibat. Sebab, pelayanan publik bukan sekadar soal administrasi, tetapi juga tentang keadilan, transparansi, dan kepercayaan," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline5 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat6 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle7 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang7 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 jam lalu
Pembuatan SLHS SPPG di Purwakarta Diduga Terjadi Pungutan, Mekanisme dan Tranparansi Dipertanyakan | Pasundan Ekspres