Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Respon Isu IPAL Dipasang Asal-asalan, Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta Sidak SPPG

M
MaldiansyahEditor: Dede SM
|20:00 WIB
Bagikan:
Respon Isu IPAL Dipasang Asal-asalan, Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta Sidak SPPG
Petugas DLH Purwakarta saat melakukan monitoring instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di salah satu SPPG.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta melanjutkan monitoring hari kedua terhadap delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah cair domestik sesuai standar regulasi terbaru.

Fokus utama pengawasan mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) Nomor 2760 Tahun 2025 yang mengatur teknologi pengolahan, kapasitas limbah, hingga baku mutu air limbah dari operasional SPPG.

Dalam aturan tersebut, setiap unit SPPG wajib memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mampu menyesuaikan kapasitas layanan. Untuk kapasitas 1.000 porsi, misalnya, sistem harus mampu mengolah limbah hingga 7,5 meter kubik.

Kepala DLH Purwakarta, Erlan Diansyah, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH), Wahyudin, menegaskan pengawasan ini dilakukan untuk mencegah praktik yang hanya sebatas formalitas.

“Kami khawatir pengolahan air limbah hanya dijadikan sebatas syarat administratif, sehingga mengabaikan aturan teknis yang sudah ditetapkan. Monitoring ini memastikan apa yang ada di dokumen sesuai dengan realita di lapangan,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (1/4/2026).

Namun, dari hasil monitoring di lapangan, masih ditemukan sejumlah SPPG yang diduga belum memenuhi ketentuan dalam Kepmen LH Nomor 2760 Tahun 2025, termasuk pemasangan IPAL yang tidak sesuai standar.

Temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembuatan berita acara yang nantinya ditandatangani oleh masing-masing kepala SPPG sebagai bentuk komitmen perbaikan.

DLH berharap seluruh SPPG tidak hanya berfokus pada pelayanan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitasnya.

“Ke depan SPPG wajib mengikuti aturan yang sesuai dalam Kepmen LH 2760 Tahun 2025. Tujuannya adalah lingkungan bersih dan alam tetap terjaga,” tegas Wahyudin.

Ia menambahkan, konsistensi dalam menjaga kualitas limbah menjadi kunci agar operasional SPPG tidak mencemari lingkungan, khususnya sumber air di sekitar lokasi.(mas/ded)

Berita Terbaru

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat11 menit lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline14 menit lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang2 jam lalu
Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Lifestyle4 jam lalu
Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang12 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline15 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline16 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline16 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline16 jam lalu