Rumah Korban Bencana Pergerakan Tanah di Purwakarta Belum Dihuni, Masih dalam Masa Pemeliharaan

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 40 unit rumah bantuan bagi korban bencana pergerakan tanah di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, belum ditempati meski pembangunan telah rampung, karena masih dalam masa pemeliharaan kontraktor.
Rumah bantuan yang berlokasi di kawasan yang diberi nama Kampung KDM itu dibangun menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan total pagu anggaran Rp10 miliar.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, membenarkan bahwa seluruh unit rumah telah selesai dibangun, namun belum dapat dihuni oleh calon penerima manfaat.
“Benar, 40 unit rumah bantuan di Desa Panyindangan sudah selesai dibangun, tetapi memang belum ditempati,” ujar Entin Suryatin, Sekretaris Disperkim Purwakarta
Menurut Entin, belum ditempatinya rumah bantuan tersebut karena proyek masih memasuki masa pemeliharaan selama 180 hari oleh pihak kontraktor.
“Belum ditempati karena masih dalam tahap pemeliharaan,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Terkait belum tersedianya akses jalan di kawasan Kampung KDM, Entin menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan anggaran pembangunan jalan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun ini.
“Untuk pembangunan jalan, anggarannya akan kami usulkan ke pemerintah provinsi,” ujarnya.
Sebanyak 40 unit rumah bantuan tersebut dibangun di atas lahan Perhutani seluas 5,2 hektare. Namun, hingga saat ini baru sekitar 1 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan permukiman warga terdampak bencana pergerakan tanah.(mas/ded)
