Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Presiden Biden Sahkan UU Pemblokiran TikTok, ByteDance di Ambang Keputusan Berat

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|15:30 WIB
Bagikan:
Presiden Biden Sahkan UU Pemblokiran TikTok, ByteDance di Ambang Keputusan Berat
Presiden AS Joe Biden Mengesahkan UU pemblokiran TikTok. (ilustrasi Freepik @massonstock)

PasundanEkspres - Presiden AS, Joe Biden, telah menandatangani undang-undang yang akan menghambat TikTok, kecuali jika ByteDance dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh AS.

Dalam undang-undang baru ini, TikTok tidak langsung diblokir saat undang-undang disahkan, tetapi ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Jika TikTok tidak dapat memenuhi persyaratan ini dalam waktu yang ditentukan, baru akan diblokir sepenuhnya.

Salah satu persyaratan tersebut adalah ByteDance harus melepaskan kepemilikan TikTok dalam waktu satu tahun ke depan. ByteDance diberi waktu sembilan bulan untuk melakukannya, tetapi presiden dapat memperpanjang periode tersebut selama tiga bulan jika ada kemajuan dalam prosesnya.

Dalam pernyataannya, juru bicara TikTok, Alex Haurek, mengatakan bahwa mereka akan mengajukan gugatan terhadap undang-undang tersebut di pengadilan, yang kemungkinan akan menunda implementasi undang-undang tersebut, seperti yang dilansir oleh PasundanEkspres dari The Verge pada Kamis (25/4/2024).

Yang menarik adalah bagaimana pemerintah China akan menanggapi undang-undang ini, apakah mereka akan mengizinkan ByteDance untuk menjual TikTok, dan yang terpenting, apa nasib dari algoritma unik mereka yang telah mempertahankan pengguna untuk tetap menggunakan TikTok.

"Ketika kami mengajukan gugatan terhadap pemblokiran yang tidak konstitusional ini, kami akan terus berinvestasi dan berinovasi untuk memastikan bahwa TikTok tetap menjadi tempat yang aman bagi warga Amerika untuk berbagi pengalaman, menemukan kebahagiaan, dan mendapatkan inspirasi," jelas Haurek.

CEO TikTok, Shou Chew, juga memberikan tanggapannya terhadap undang-undang ini melalui video di TikTok. Menurutnya, pemblokiran ini adalah cara pemerintah AS untuk membungkam warga dan suara mereka.

"Jangan salah, ini adalah sebuah pemblokiran. Sebuah pemblokiran terhadap TikTok, pemblokiran untuk Anda dan suara Anda," ujar Chew.

Sebelumnya, TikTok menyatakan bahwa undang-undang ini melanggar kebebasan berbicara yang dipegang oleh 170 juta penggunanya di AS, dan mereka berencana untuk mengajukan gugatan terhadap keputusan tersebut di pengadilan.

Alasan utama regulator AS mengatur TikTok adalah karena kekhawatiran bahwa data pengguna AS dapat diakses oleh pemerintah China. Meskipun TikTok dimiliki oleh perusahaan China, namun berbasis di Singapura, dan mereka telah beberapa kali menyatakan bahwa mereka tidak pernah menyimpan data pengguna AS di China.

TikTok berusaha mengatasi kekhawatiran pemerintah AS tentang pengelolaan datanya dengan mengusulkan solusi yang disebut Project Texas. Namun, langkah ini dianggap belum memadai oleh pemerintah AS.

Berita Terbaru

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Nasional9 menit lalu
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Nasional11 menit lalu
Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline23 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional23 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Kang Rey Dorong Ekonomi Kreatif, Kang Akur Perkuat Pembinaan Pemuda

Headline43 menit lalu
Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Silfester Matutina di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Nasional45 menit lalu
Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Persib Bandung Hajar Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Kokoh di Puncak Grup E ACL 2

Olahraga1 jam lalu
Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini11 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat13 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta13 jam lalu