Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menurut Pengamat, Bencana Kekurangan Pangan di Gaza akan Menjadi Kematian Massal

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:18 WIB
Bagikan:
Menurut Pengamat, Bencana Kekurangan Pangan di Gaza akan Menjadi Kematian Massal
Menurut Pengamat, Bencana Kekurangan Pangan di Gaza akan Menjadi Kematian Massal (Image From: Deccan Herald)

PASUNDAN EKSPRES - Menurut pengamat, bencana kekurangan pangan di Gaza akan menjadi kematian massal. Pengamat kelaparan global mengungkapkan bahwa kekurangan pangan yang ekstrim di beberapa wilayah di Jalur Gaza telah mencapai tingkat kelaparan, dan jika tidak ada gencatan senjata dan peningkatan pasokan makanan ke daerah-daerah yang terisolasi, maka kematian massal kemungkinan akan segera terjadi. 

Bencana Kekurangan Pangan di Gaza akan Menjadi Kematian Massal

Menurut Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), yang merupakan sistem evaluasi yang diandalkan oleh badan-badan PBB, 70% penduduk di beberapa wilayah di utara Gaza mengalami kekurangan pangan sudah sampai tingkat yang sangat parah. Persentase ini melebihi tiga kali lipat ambang batas 20% yang menandakan tingkat kelaparan.

IPC mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki data yang cukup mengenai angka kematian secara spesifik, namun mereka memperkirakan bahwa warga akan mengalami tingkat kematian yang tinggi pada  kasus kelaparan ini. Kelaparan didefinisikan sebagai dua orang dari setiap 10.000 orang yang meninggal setiap hari akibat kelaparan, kekurangan gizi, dan penyakit terkait.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa 27 anak dan tiga orang dewasa telah meninggal karena kekurangan gizi. 

"Tindakan yang diperlukan untuk mencegah kelaparan membutuhkan keputusan politik segera untuk gencatan senjata bersama dengan peningkatan yang signifikan dan segera dalam akses kemanusiaan dan komersial untuk seluruh penduduk Gaza," ungkap Kementerian Kesehatan Gaza, Dikutip Reuters, Selasa (19/3/2024).

Secara keseluruhan, sekitar 1,1 juta warga Gaza atau sekitar setengah dari populasi, sedang menghadapi kekurangan makanan yang sangat parah. Diperkirakan sekitar 300.000 orang di daerah tersebut berisiko mengalami tingkat kematian akibat kelaparan.

BACA JUGA: Putin Memenangkan Pemilu Rusia Secara Telak Tanpa ada Persaingan yang Serius

BACA JUGA: Kapal Bantuan Pertama Tiba di Pelabuhan Gaza Setelah Hamas Mengusulkan Gencatan Senjata

Bencana kelaparan yang terjadi di Gaza ini telah menuai kritik tajam terhadap Israel dari sekutu-sekutu Barat sejak dimulainya perang melawan militan Hamas.

"Di Gaza, kami tidak lagi berada di ambang kelaparan. Kami berada dalam kondisi kelaparan... Kelaparan digunakan sebagai senjata perang. Israel memprovokasi kelaparan," ujar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, dalam sebuah konferensi di Brussel mengenai bantuan untuk Gaza.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Josep Borrell seharusnya berhenti mengkritik Israel dan mengakui hak Israel untuk membela diri terhadap tindakan yang dilakukan oleh Hamas.

Antonio Guterres yang merupakan Sekretaris Jenderal PBB, menyebut laporan IPC sebagai "laporan yang sangat serius" dan meminta Israel untuk memberikan akses penuh dan tidak terbatas ke seluruh wilayah Gaza.

Pada awalnya, Israel hanya mengizinkan bantuan masuk ke Gaza melalui dua pos pemeriksaan di tepi selatan wilayah tersebut. Kemudian, mereka mengumumkan pembukaan lebih banyak rute akses melalui jalur darat, serta mengizinkan pengiriman melalui laut dan udara. Sebagai informasi, sebuah kapal pertama yang membawa bantuan juga telah tiba pekan lalu. 

Namun, badan-badan bantuan melaporkan bahwa mereka masih kesulitan dalam memasukkan pasokan yang cukup dan mendistribusikannya dengan aman, terutama di bagian utara Gaza.

(ipa)

Berita Terbaru

HUT ke-62 Partai Golkar di Subang Meriah, Warga Padati Alun-Alun hingga Bawa Pulang Hadiah Motor

HUT ke-62 Partai Golkar di Subang Meriah, Warga Padati Alun-Alun hingga Bawa Pulang Hadiah Motor

Headline14 menit lalu
Bukan Sekadar Fun Run, Event Lari di Subang November 2026 Juga Hadirkan Trail Race

Bukan Sekadar Fun Run, Event Lari di Subang November 2026 Juga Hadirkan Trail Race

Subang1 jam lalu
Wasev TMMD ke-130 Subang: Progres Fisik Capai 82 Persen, Nonfisik 86 Persen

Wasev TMMD ke-130 Subang: Progres Fisik Capai 82 Persen, Nonfisik 86 Persen

Headline4 jam lalu
Link Persib Bandung vs Isenmulang Kalteng FC,  Persib Bandung Bidik Kemenangan Ketiga Beruntun

Link Persib Bandung vs Isenmulang Kalteng FC, Persib Bandung Bidik Kemenangan Ketiga Beruntun

Olahraga5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Libur Sepanjang November 2026, Cek Tanggal Merah dan Akhir Pekan

Jadwal Libur Sepanjang November 2026, Cek Tanggal Merah dan Akhir Pekan

Nasional6 jam lalu
Mengenal Apa Itu Stevia? Benarkah Rasanya Lebih Manis dari Gula? Cek di Sini!

Mengenal Apa Itu Stevia? Benarkah Rasanya Lebih Manis dari Gula? Cek di Sini!

Lifestyle7 jam lalu
Ribuan Warga Bershalawat Bersama Hadad Alwi di SubangFest

Ribuan Warga Bershalawat Bersama Hadad Alwi di SubangFest

Headline7 jam lalu
Jalan ke Pabrik BYD Subang dari Jakarta, Ini Rute dan Estimasi Waktu Tempuhnya

Jalan ke Pabrik BYD Subang dari Jakarta, Ini Rute dan Estimasi Waktu Tempuhnya

Subang8 jam lalu
Rekomendasi Film Indonesia di Bioskop Subang Minggu, 1 November 2026

Rekomendasi Film Indonesia di Bioskop Subang Minggu, 1 November 2026

Lifestyle9 jam lalu
Daftar Event dan Konser Musik di Jakarta November 2026

Daftar Event dan Konser Musik di Jakarta November 2026

Lifestyle10 jam lalu