Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Zuckerberg: Pemerintahan Biden Menekan Meta untuk Sensor Konten COVID-19

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:05 WIB
Bagikan:
Zuckerberg: Pemerintahan Biden Menekan Meta untuk Sensor Konten COVID-19
Zuckerberg: Pemerintahan Biden Menekan Meta untuk Sensor Konten COVID-19 (Image From: Pexels/Luca Sammarco)

PASUNDAN EKSPRES - Pemerintahan Biden menekan Meta untuk sensor konten COVID-19. Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms, mengatakan bahwa pemerintahan Biden telah memberikan tekanan kepada perusahaannya untuk "menyensor" konten terkait COVID-19 selama masa pandemi.

Pernyataan ini tampaknya merujuk pada permintaan dari Gedung Putih untuk menghapus informasi yang salah mengenai virus corona dan vaksin.

Pemerintahan Biden Menekan Meta untuk Sensor Konten Covid-19

Dalam sebuah surat yang ditulis pada 26 Agustus, Zuckerberg menyampaikan kepada Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat AS bahwa ia merasa menyesal tidak mengungkapkan tekanan ini lebih awal.

Ia juga mencatat keputusan-keputusan lain yang telah diambilnya sebagai pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk menghapus konten tertentu.

Pada Juli 2021, Presiden Joe Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, menyatakan bahwa platform media sosial seperti Facebook "membunuh orang" karena memungkinkan informasi yang salah tentang vaksin virus corona dipublikasikan di platform tersebut.

BACA JUGA: Seorang Gay di Brasil menjadi Target Serangan Mematikan karena Aplikasi Kencan yang Populer

BACA JUGA: Bikin Happy! Australia buat Undang-undang untuk Pekerja Boleh Abaikan Pesan Atasan di Luar Jam Kerja

Pihak lain, termasuk mantan Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dan Ahli Bedah Jenderal Vivek Murthy, secara terbuka mengkritik perusahaan tersebut karena dianggap tidak melakukan cukup banyak untuk menghapus informasi yang salah.

Mereka berpendapat bahwa hal ini menghambat upaya dalam memerangi pandemi dan menyelamatkan nyawa.

Pada saat itu, Facebook menyatakan bahwa mereka telah mengambil "langkah agresif" untuk menghadapi informasi yang salah.

Meskipun demikian, pemerintahan Biden akhirnya meredakan kritiknya, meskipun kebohongan mengenai vaksin terus menyebar di media sosial.

Dalam surat yang ditujukan kepada Komite Kehakiman DPR yang dipimpin oleh Partai Republik pada hari Senin, Zuckerberg menyampaikan bahwa perusahaannya merasa "ditekan" untuk "menyensor" konten.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan akan melawan jika menghadapi tuntutan serupa di masa depan.

“Pada tahun 2021, pejabat senior dari Pemerintahan Biden, termasuk Gedung Putih, berulang kali menekan tim kami selama berbulan-bulan untuk menyensor konten COVID-19 tertentu, termasuk humor dan satir, dan mengungkapkan banyak rasa frustrasi terhadap tim kami ketika kami tidak setuju,” tulis Zuckerberg dalam surat tersebut, yang diunggah oleh Komite Kehakiman di halaman Facebook-nya, dikutip Reuters. 

Ia menambahkan jika ia percaya bahwa tekanan yang diberikan oleh pemerintahan Biden bukanlah hal yang tepat. Ia juga menyesali dirinya yang tidak lebih terbuka mengenai hal tersebut. 

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah mendorong langkah-langkah yang bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan keselamatan publik dalam menghadapi pandemi memtikan yang terjadi beberapa waktu lalu. 

"Kami memiliki posisi yang jelas dan konsisten: kami percaya bahwa perusahaan teknologi dan pihak swasta lainnya harus mempertimbangkan dampak dari tindakan mereka terhadap rakyat Amerika, sambil tetap membuat keputusan independen mengenai informasi yang mereka tampilkan," jelas pihak Gedung Putih. 

(ipa)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline2 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline2 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline2 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle4 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle6 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle7 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle8 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional8 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 jam lalu