Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mau Tahu Berapa Kenaikan Gaji ASN dan PPPK 2025? Berikut Rinciannya!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|19:57 WIB
Bagikan:
Mau Tahu Berapa Kenaikan Gaji ASN dan PPPK 2025? Berikut Rinciannya!
Mau Tahu Berapa Kenaikan Gaji ASN dan PPPK 2025? Berikut Rinciannya!

PASUNDAN EKSPRES - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera menerima kabar menggembirakan. Pemerintah berencana menaikkan gaji dan memberikan manfaat tambahan lainnya. Rencana ini tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025 yang telah diperbarui.

Kebijakan ini mencakup ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui alokasi belanja pegawai. "Dengan belanja pegawai yang berkualitas, reformasi birokrasi dapat meningkatkan produktivitas ASN," demikian disebutkan dalam dokumen KEM PPKF 2025 edisi pemutakhiran, Kamis (25/7/2024).

Secara keseluruhan, kebijakan belanja pegawai pada 2025 dijamin oleh pemerintah untuk mendukung reformasi birokrasi menuju adaptasi pola kerja baru dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna meningkatkan produktivitas.

Pada tahun pertama pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, arah kebijakan belanja pegawai 2025 akan difokuskan pada empat tujuan utama. Pertama, meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi melalui penguatan manajemen ASN, digitalisasi birokrasi, layanan publik, dan adaptasi pengaturan kerja fleksibel.

Kedua, meningkatkan kualitas belanja pegawai sambil tetap menjaga konsumsi ASN, termasuk melalui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji/Pensiun ke-13 serta penyesuaian gaji ASN. Ketiga, reformasi sistem jaminan pensiun dan jaminan hari tua bagi PNS. Keempat, menyelesaikan implementasi reformasi birokrasi untuk mewujudkan birokrasi dan layanan publik yang lebih berkualitas, profesional, dan berintegritas.

Selain itu, belanja pegawai juga akan memperhitungkan kebutuhan pegawai baru dengan kebijakan zero growth untuk pegawai non pendidikan dan non kesehatan, serta mendorong pemerataan tenaga pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah juga berpendapat bahwa reformasi gaji dan pensiun ASN masih menjadi agenda penting untuk diselesaikan pada 2025. Reformasi ini berpotensi meningkatkan belanja pegawai dalam jangka pendek.

Namun, tantangan terkait pelayanan publik masih ada, termasuk profesionalitas ASN yang belum optimal dan tumpang tindih tugas serta fungsi antarlembaga pemerintah pusat. Peningkatan kualitas kepuasan pelayanan publik dan transparansi juga diperlukan.

Dalam dokumen itu disebutkan, belanja pegawai selama periode 2019-2023 terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 3,6%. Belanja pegawai pada 2019 sebesar Rp 376,1 triliun, pada 2020 menjadi Rp 380,6 triliun, 2021 Rp 387,7 triliun, 2022 Rp 402,6 triliun, dan 2023 Rp 412,7 triliun.

Untuk tahun anggaran 2024, alokasi belanja pegawai naik menjadi Rp 484,4 triliun atau sekitar 2,1% dari produk domestik bruto (PDB), menjadikannya salah satu komponen belanja pemerintah pusat tertinggi.

Peningkatan belanja pegawai tiap tahunnya dipengaruhi oleh kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ASN, seperti kenaikan gaji dan pensiun pokok, pemberian gaji ke-13 dan THR, serta perbaikan tunjangan kinerja kementerian/lembaga (K/L) seiring capaian reformasi birokrasi.

"Komponen terbesar belanja pegawai adalah gaji dan tunjangan, sementara yang tumbuh paling tinggi adalah belanja honorarium, lembur, dan tunjangan khusus," disebutkan dalam dokumen KEM PPKF.

Selain itu, pemerintah juga berencana untuk melanjutkan reformasi birokrasi secara menyeluruh, mencakup penguatan implementasi manajemen ASN dan digitalisasi layanan publik. Hal ini diharapkan dapat menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan profesional.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline10 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat11 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta12 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle12 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang12 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta13 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta13 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang13 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang13 jam lalu