Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kasus Suap PDIP Harun Masiku Kembali Diselidiki KPK! Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Diperiksa

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|22:34 WIB
Bagikan:
Kasus Suap PDIP Harun Masiku Kembali Diselidiki KPK! Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Diperiksa
Kasus Suap PDIP Harun Masiku Kembali Diselidiki KPK! Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Diperiksa

PASUNDAN EKSPRES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus suap yang melibatkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku. Kali ini, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dipanggil sebagai saksi pada Senin, 10 Juni 2024. Pemeriksaan Hasto di Gedung Merah Putih berlangsung selama empat jam, di mana penyidik menyita ponsel dan catatan agendanya sebagai barang bukti.

Pemanggilan dan Penyitaan Barang Bukti

Hasto Kristiyanto menjadi saksi keempat yang diperiksa oleh KPK setelah kasus ini diaktifkan kembali. Sebelumnya, pengacara Simeon Petrus, dan dua mahasiswa, Hugo Ganda dan Melita De Grave, juga telah menjalani pemeriksaan. Ketiganya disebut sebagai kerabat dekat Harun dan dicurigai membantu menyembunyikan Harun selama empat tahun buron.

Pernyataan KPK

"Kami mendalami lebih lanjut informasi yang diterima terkait keberadaan Harun Masiku, yang diduga diamankan oleh pihak tertentu," ujar Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, pada Rabu, 5 Juni 2024. Menurut Ali, Harun Masiku telah menjadi buronan selama lebih dari 4,5 tahun, sejak melarikan diri dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu, 8 Januari 2020.

Pelarian Harun Masiku

Saat OTT dilakukan, Harun Masiku diduga berada di Singapura. "Informasi dari humas Imigrasi menunjukkan dia berada di Singapura per 6 Januari," tambah Ali Fikri. Berdasarkan catatan Tempo, Harun memang berangkat ke Singapura pada Senin, 6 Januari 2020, dengan memesan beberapa tiket pesawat Garuda Indonesia, termasuk GA 824, GA 830, dan GA 832. Dia akhirnya terbang dengan GA 832 dan tiba di Singapura pada pukul 14.20 waktu setempat.

Kepulangan ke Indonesia dan Hilangnya Jejak

Pada Selasa, 7 Januari 2020, Harun kembali memesan tiket untuk pulang ke Indonesia. Meskipun memesan dua tiket, Lion Air JT 155 dan Batik Air ID 7156, dia tidak muncul di penerbangan Lion Air dan memilih terbang dengan Batik Air, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.03. CCTV di bandara merekam kedatangannya, dan dia segera menuju apartemennya di Thamrin Residence.

Jejak Terakhir di Jakarta

Keesokan harinya, Harun keluar dari apartemennya menggunakan mobil Toyota Camry dengan nomor polisi B-8351-WB. Sore harinya, dia terlihat di depan Grand Café lantai 3 Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, mengenakan kemeja merah lengan panjang. Sekitar setengah jam kemudian, Harun merapat ke sebuah stasiun bahan bakar di Cikini, Menteng, untuk bertemu dengan Nurhasan, penjaga kantor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Spekulasi Lokasi Harun Masiku

Sejak saat itu, Harun terus bersembunyi. Spekulasi tentang keberadaannya terus berkembang, mulai dari Kamboja hingga kabar yang menyebut dia masih berada di Indonesia. Hingga kini, keberadaan Harun Masiku masih menjadi misteri besar, dan upaya pencariannya oleh KPK terus berlanjut.

Upaya KPK dan Tantangan dalam Pencarian

KPK menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pencarian Harun Masiku. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan untuk menemukan keberadaan Harun. Keterlibatan banyak pihak dalam membantu pelarian Harun menunjukkan kompleksitas kasus ini dan perlunya kerjasama yang lebih luas untuk menuntaskannya.

Harapan dari Masyarakat dan Pengamat

Masyarakat dan pengamat hukum berharap KPK dapat segera menangkap Harun Masiku dan mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini. Penuntasan kasus ini diharapkan bisa menjadi bukti bahwa hukum tetap ditegakkan tanpa pandang bulu, dan korupsi yang merugikan negara dapat diberantas.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula dari dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku untuk mengamankan posisinya di DPR. Harun diduga memberikan suap kepada komisioner KPU agar namanya bisa dimasukkan sebagai pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia. Kasus ini mencuat setelah OTT yang dilakukan KPK pada awal Januari 2020, namun Harun berhasil melarikan diri.

Reaksi dari PDIP

PDIP menyatakan akan menghormati proses hukum yang berjalan dan tidak akan mengintervensi penyelidikan yang dilakukan KPK. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi dan akan bekerja sama dengan KPK dalam proses ini.

Kasus suap yang melibatkan Harun Masiku menunjukkan betapa rumitnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Diperlukan kerjasama yang erat antara penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan tidak ada tempat bagi koruptor untuk bersembunyi. Dengan terus mengejar Harun Masiku dan mengungkap semua yang terlibat, diharapkan KPK bisa memberikan keadilan dan menjadi contoh dalam penegakan hukum yang adil dan transparan.

Berita Terbaru

Makanan Khas Subang yang Wajib Dicoba, Ada yang Legendaris

Makanan Khas Subang yang Wajib Dicoba, Ada yang Legendaris

Lifestyle45 menit lalu
ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional11 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional11 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline12 jam lalu
ADVERTISEMENT
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle12 jam lalu
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline13 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang15 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline16 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle16 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional17 jam lalu