Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Saat Luhut Menghadapi Kritik! Tangan Kanan Presiden atau 'Duri dalam Daging'?

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|22:56 WIB
Bagikan:
Saat Luhut  Menghadapi Kritik! Tangan Kanan Presiden atau 'Duri dalam Daging'?
Saat Luhut Menghadapi Kritik! Tangan Kanan Presiden atau 'Duri dalam Daging'?

PASUNDAN EKSPRES - Dalam acara "Kick Andy" yang tayang di kanal YouTube @MetroTV, Luhut Binsar Panjaitan, seorang tokoh penting dalam pemerintahan Indonesia, berbagi pandangan tentang berbagai isu mulai dari kebijakan pemerintah hingga pengalamannya bekerja dengan Presiden Joko Widodo. Melalui wawancara ini, Luhut menjawab berbagai pertanyaan dengan lugas, termasuk tentang kinerjanya dan hubungannya dengan presiden.

Soal Rangkap Jabatan dan Reaksi Publik

Mengawali percakapan, Luhut ditanya mengenai pandangannya tentang rangkap jabatan. Dia menanggapi dengan santai bahwa masa jabatannya tinggal satu tahun lagi dan fokus pada tugasnya yang tersisa. "Kasih menurut Bapak sendiri gimana? Apa itu yaitu tadi rangkap jabatan atas reaksi sudah biarin akhirnya tinggal satu tahun lagi," ucapnya.

Kritik terhadap Menteri dan Tugas yang Menantang

Luhut juga berbicara tentang kinerja para menteri dalam kabinet Presiden Jokowi. Saat ditanya tentang siapa menteri yang paling lambat kerjanya, Luhut menghindari menyebutkan nama dan menegaskan bahwa presidenlah yang lebih mengetahui hal tersebut. "Saya tidak mau komentar soal itu, mungkin bayangan orang yang keliru," kata Luhut.

Hubungan Dekat dengan Presiden

Luhut dikenal sebagai tangan kanan Presiden Jokowi, sering disebut sebagai "super minister". Namun, ia menolak anggapan ini, menekankan bahwa dirinya hanya bekerja sebagai bawahan yang loyal kepada atasannya. "Saya sudah di tangan kanannya presiden, tapi saya tidak merasa begitu. Saya itu beliau atasan saya," jelasnya.

Pengalaman Mengurus Infrastruktur dan Kerjasama Antar Kementerian

Salah satu tanggung jawab besar Luhut adalah mengurus infrastruktur, termasuk proyek-proyek besar seperti Bandara Kertajati di Majalengka. Dalam hal ini, dia menjelaskan pentingnya kerjasama antar kementerian dan pemerintah daerah. "Saya selalu undang semua yang berkaitan untuk menyelesaikan masalah pasti ada hadir rapat dan tuh pasti putus itu," ujarnya.

Isu Keamanan dan Kekhawatiran terhadap Masa Depan

Luhut juga menyinggung soal intelijen dan keamanan, mengungkapkan bahwa dia sering harus berurusan dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proyek-proyek besar. Dia mengingatkan agar para pemimpin tidak terjebak dalam kecemburuan politik yang bisa menghambat kemajuan. "Saya titip pemimpin-pemimpin itu juga jangan terus mengapa mencemburui orang yang sedang jalani," tambahnya.

Kritik dan Dukungan di Media Sosial

Luhut tidak asing dengan kritik, terutama di media sosial. Menanggapi tudingan bahwa dirinya dianggap "duri dalam daging" kabinet, Luhut dengan tegas menolak hal tersebut. "Saya nggak tahu yang tahu kan Presiden apa ya duri dalam daging itu tanggapan Anda ya berarti membantah duri dalam daging," katanya. Dia juga menjawab tuduhan lain bahwa dirinya membekingi kapal pencuri ikan asal Cina dengan berkata, "Enggaklah masa ya Maaf ya saya the kehidupan saya sebagai pencurian sudah super cukup kok ngapain gitu-gituan."

Kedekatan dengan Tokoh Lain dan Peran Mediasi

Luhut juga berbagi cerita tentang kedekatannya dengan Prabowo Subianto, mengingat masa-masa mereka bekerja sama di militer. Hubungan baik ini membantu Luhut ketika ia harus menjadi mediator antara Jokowi dan Prabowo sebelum aksi 4-11 pada tahun 2016. "Saya dengan Pak Prabowo Tuh kan hubungan baik ya beliau kan lama jadi wakil saya empat tahun kadang-kadang kita berkelahi kadang-kadang Kita berkawan," ungkapnya.

Refleksi tentang Karir dan Masa Depan

Di akhir wawancara, Luhut merefleksikan karir dan usianya, menyatakan bahwa dia dan istrinya sudah cukup puas dengan apa yang telah dicapai. "Saya dengan istri saya kan deket ya Jadi kita suka ngomong iya iya pak ya harus itu para kalau udah nggak jadi benar-benar saya yakin itu saya pintar jadi saya kalau sama dia hal-hal yang suka diskusi ingin jadi cawapresnya," jelasnya.

Luhut juga ditanya apakah dia masih berambisi untuk jabatan yang lebih tinggi seperti wakil presiden. Dengan rendah hati, ia menjawab bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja sebaik mungkin dalam jabatan yang diembannya sekarang. "Banyak yang ngajak saya gitu tapi saya tidak terpikir untuk situ saya sekarang masih fokus jujur ya saya masih fokus pada kerja segera pergi ke Tapi cepat tadi presiden minta saya evaluasi ke Tapi cepat jakarta-bandung evaluasi Bagaimana ini," katanya.

Wawancara dengan Luhut Binsar Panjaitan di acara "Kick Andy" memberikan wawasan mendalam tentang pemikiran dan sikap seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Indonesia. Dengan ketegasan dan kesetiaannya, Luhut menjawab berbagai pertanyaan kritis, menunjukkan bahwa dia tetap fokus pada tugasnya untuk melayani negara dan mendukung presiden. Melalui wawancara ini, kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana Luhut melihat perannya dalam pemerintahan dan tantangan yang dihadapinya setiap hari.

Berita Terbaru

Aksi Heroik Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0, 10 Pemain Garuda tetap Kuat!

Aksi Heroik Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0, 10 Pemain Garuda tetap Kuat!

Olahraga8 jam lalu
Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Nasional10 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Menuju Sekda Subang: Iwan Syahrul Tawarkan Integrasi Aplikasi untuk Benahi Kinerja Birokrasi

Subang10 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Menuju Sekda Subang: Rahmat Effendi Tawarkan Creative Financing dan 5 Skema untuk Percepat Pembangunan Subang

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Isu duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, KDM Tegaskan Fokus Kerja di Jawa Barat

Nasional10 jam lalu
1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

1 Tahun Pasar Sasagara, Om Zein: Bagian Penting Gerakan Ekonomi Masyarakat

Purwakarta10 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang11 jam lalu
Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Nasional11 jam lalu
Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Wisata di Subang dari Bekas Galian C: Ketika Lahan Tambang Berubah Jadi Destinasi Wisata

Subang11 jam lalu
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

Purwakarta12 jam lalu