Mendorong Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok : Respons Terhadap Situasi Negara Saat Ini

Mendorong Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok : Respons Terhadap Situasi Negara Saat Ini

Oleh: Nizar Azmi
NPM : 20230000142

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat 
Universitas Indonesia Maju Tahun 2024

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan bangsa. Namun, di tengah tantangan kesehatan yang terus meningkat, konsumsi rokok di Indonesia tetap menjadi permasalahan serius. 

Rokok merupakan salah satu produk yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan lebih dari 60 juta perokok aktif, Indonesia tercatat sebagai negara dengan prevalensi merokok tertinggi di dunia. 

BACA JUGA: Leuit, Simbol Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kasepuhan Gelar Alam

Namun, di balik popularitasnya, konsumsi rokok membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan menambah beban ekonomi negara melalui biaya kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan langkah strategis dalam bentuk kebijakan kenaikan cukai rokok. 

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi konsumsi rokok, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan negara dan memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Dalam konteks situasi ekonomi saat ini, mendorong peningkatan cukai rokok adalah salah satu solusi yang dapat memberikan manfaat ganda.


Situasi ekonomi saat ini, terutama pasca-pandemi COVID-19, menunjukkan perlunya pemerintah melakukan langkah-langkah inovatif untuk memperbaiki kondisi fiskal.

 Peningkatan cukai rokok dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya ini. Dengan menaikkan harga rokok melalui cukai yang lebih tinggi, diharapkan dapat mengurangi angka konsumsi rokok, terutama di kalangan remaja dan masyarakat dengan ekonomi rendah yang lebih rentan terhadap dampak kesehatan dari merokok.

BACA JUGA: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Audit Pemberian Dana Hibah Saja

 Dari aspek kesehatan, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan harga rokok akan berpengaruh langsung terhadap penurunan jumlah perokok, terutama di kalangan remaja. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap kenaikan 10% dalam harga rokok dapat mengurangi konsumsi rokok hingga 4% di negara-negara berkembang. 

Jika pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan ini, tentu hal ini bisa membantu menekan angka kasus penyakit akibat rokok, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan kronis. 
Di sisi ekonomi, peningkatan cukai rokok dapat memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan negara. Dana yang diperoleh dari cukai tersebut dapat dialokasikan untuk program-program kesehatan masyarakat, seperti kampanye anti-rokok, peningkatan fasilitas kesehatan, dan dukungan bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Selain itu, penerimaan dari cukai juga dapat digunakan untuk pengembangan program-program sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam kenaikan cukai rokok diantaranya adalah :

Dampak Kesehatan dan Ekonomi dari Rokok

Konsumsi rokok telah terbukti menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Menurut data World Health Organization (WHO), merokok menyebabkan lebih dari 8 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

 Di Indonesia, angka tersebut juga terbilang tinggi. Selain dampak kesehatan, konsumsi rokok juga memberikan beban ekonomi yang signifikan, termasuk biaya perawatan kesehatan yang harus ditanggung oleh pemerintah.

Cukai Rokok sebagai Alat Pengendalian Konsumsi

Cukai rokok merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat digunakan untuk mengendalikan konsumsi. Dengan menaikkan cukai, pemerintah tidak hanya dapat mengurangi jumlah perokok, tetapi juga meningkatkan pendapatan negara. Peningkatan cukai dapat membuat rokok menjadi lebih mahal dan mengurangi daya beli masyarakat terhadap produk ini, terutama di kalangan remaja yang lebih sensitif terhadap harga.


Berita Terkini