Opini

Alasan Logis Perpisahan Kelas XII dan Konsep Pelaksanaannya dengan Anggaran Nol Rupiah

opini

Oleh:
 Yulia Enshanty S.Pd (Mahasiswa Magister Pendidikan Geografi Pascasarjana Universitas Siliwangi, Guru Geografi  SMA di Kabupaten Sukabumi)


Perpisahan kelas XII adalah momen yang sangat dinanti oleh siswa, guru, dan orang tua. Di balik perayaan tersebut, terdapat alasan logis yang menjadikannya penting diadakan acara seremonial dan substansinya.

Perpisahan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga memiliki nilai emosional, sosial, dan akademik yang mendalam. Salah satu alasan utama untuk mengadakan perpisahan adalah untuk menghargai perjalanan dan pencapaian siswa selama tiga tahun mereka belajar. Selama periode tersebut, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengalami berbagai pengalaman berharga melalui kegiatan ekstrakurikuler, lomba, dan kerja sama dengan teman-teman. Momen perpisahan menjadi kesempatan untuk mengenang semua pencapaian tersebut, baik akademik maupun non-akademik. Selain itu, perpisahan juga menjadi momen berkesan bagi siswa, di mana mereka akan memasuki fase baru dalam hidup, baik melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja (Shaflyana & Artistin, 2024).

Acara ini memberikan kesempatan untuk berpamitan secara resmi dengan teman, guru, dan staf sekolah, menciptakan kenangan yang akan dibawa siswa sepanjang hidup mereka.

Perpisahan juga berfungsi untuk mempererat hubungan sosial antar siswa. Ini adalah waktu untuk mengenang momen-momen indah bersama teman-teman mereka serta membangun hubungan baik sebelum berpisah. Acara ini juga dapat memperkuat jejaring sosial melalui pembentukan komunitas alumni yang berkelanjutan. Selain itu, acara perpisahan sering kali diisi dengan pidato inspiratif dari guru, kepala sekolah, atau alumni, yang memberikan semangat kepada siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan mendengar pengalaman dan nasihat dari orang-orang yang telah sukses, siswa akan lebih termotivasi untuk mengejar cita-cita dan tujuan mereka setelah lulus. Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendidik selama masa sekolah. Sekolah dapat menyampaikan pesan moral dan nasihat terakhir sebelum siswa melangkah ke dunia yang lebih luas, memberikan mereka bekal untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah.
Dokumentasi dari acara perpisahan, seperti foto dan video, akan menjadi kenangan berharga di masa depan yang mampu menghidupkan kembali momen-momen istimewa yang telah dilalui bersama teman-teman, guru, dan orang tua. Setiap tangkapan gambar dan rekaman video tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga emosi, tawa, dan harapan yang menyelimuti hari-hari terakhir mereka di sekolah. Momen-momen ini dapat dikenang sebagai salah satu fase penting dalam kehidupan mereka, di mana setiap siswa melangkah menuju babak baru yang penuh tantangan. Dokumentasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengingat akan perjalanan pendidikan mereka, tetapi juga sebagai harta yang tak ternilai, yang bisa dibagikan dan dinikmati di masa depan. Dengan melihat kembali foto dan video tersebut, siswa dapat merasakan kembali rasa kebersamaan, persahabatan, dan pelajaran berharga yang telah mereka peroleh. Kenangan ini akan terus hidup dalam ingatan mereka, menjadi bagian dari identitas dan perjalanan hidup yang membentuk siapa mereka di masa depan.
Namun, saat ini pelaksanaan kegiatan perpisahan menuai pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa. Banyak orang tua merasa terbebani dengan pungutan biaya yang dianggap tidak transparan, yang sering kali muncul dalam bentuk sumbangan atau kontribusi untuk acara perpisahan.

Dugaan pungutan liar (pungli) pun muncul, dimana beberapa pihak merasa bahwa biaya yang dikenakan tidak sebanding dengan manfaat yang diterima, dan tidak semua orang tua mampu untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Mewujudkan perpisahan kelas XII dengan anggaran nol rupiah mungkin terdengar menantang, tetapi bukan tidak mungkin. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan sumber daya yang ada, acara perpisahan tetap dapat terlaksana dengan meriah dan bermakna. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menyelenggarakan acara di lingkungan sekolah, sehingga biaya sewa lokasi dapat dihilangkan. Sekolah dapat menyediakan aula atau lapangan yang dapat digunakan tanpa biaya, dan dekorasi bisa dibuat menggunakan bahan-bahan yang sudah ada atau hasil karya siswa, sehingga menciptakan suasana yang unik dan personal.

Libatkan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, dimana setiap kelas atau kelompok dapat bertanggung jawab atas aspek tertentu, seperti dekorasi, makanan, dan hiburan. Orang tua juga bisa berkontribusi dengan menyediakan makanan atau minuman secara sukarela, sehingga mengurangi beban biaya. Untuk menghindari tuduhan pungutan liar (pungli), penting untuk menjelaskan kepada orang tua dan siswa bahwa segala kontribusi bersifat sukarela dan tidak ada biaya yang diwajibkan. Alih-alih mengenakan pungutan wajib, buatlah sistem donasi sukarela yang transparan. Sampaikan kepada orang tua bahwa kontribusi dalam bentuk donasi sangat dihargai, tetapi tidak wajib. Dengan cara ini, orang tua yang mampu dapat memberikan dukungan, sementara yang tidak dapat merasa tidak terbebani.
Siswa dapat menampilkan bakat mereka melalui pertunjukan seni, seperti musik, tari, atau drama. Ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa memerlukan biaya tambahan.

Pertunjukan ini dapat menjadi highlight dari acara perpisahan. Selain itu, buatlah video kenangan yang dapat dibagikan secara online, mengurangi biaya cetak dan memberikan kenangan yang dapat diakses oleh semua orang. Siswa yang memiliki kemampuan fotografi atau videografi dapat bertanggung jawab untuk mendokumentasikan acara, sehingga hasil dokumentasi ini bisa dibagikan kepada semua peserta sebagai kenangan tanpa biaya tambahan. Selain itu mencoba mencari sponsor yang bersedia memberikan barang, seperti makanan, minuman, atau perlengkapan acara juga sebaiknya dilakukan. Menjalin kerjasama dengan toko lokal atau bisnis yang ingin mendukung acara pendidikan, sehingga bisa mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas acara. Akhiri acara dengan sesi berbagi cerita atau kenangan antara siswa, guru, dan orang tua. Ini dapat dilakukan dengan format yang sederhana dan tidak memerlukan biaya, tetapi memberikan makna yang mendalam bagi semua peserta.

Dengan semua alasan di atas, jelas bahwa perpisahan kelas memiliki makna yang lebih dari sekadar seremoni. Melalui konsep yang telah dijelaskan, perpisahan kelas XII dapat dilaksanakan dengan anggaran nol rupiah, yang menegaskan bahwa perayaan tidak selalu harus mahal untuk menjadi bermakna. Melalui kerjasama, kreativitas, dan semangat kebersamaan, momen berharga ini dapat tetap dirayakan dengan penuh suka cita tanpa membebani keuangan orang tua. Setiap siswa dan orang tua dapat berkontribusi sesuai kemampuan mereka, menciptakan suasana inklusif yang menggambarkan nilai-nilai kekeluargaan dan saling mendukung. Perpisahan ini akan menjadi kenangan indah yang akan dikenang oleh setiap siswa sepanjang hidup mereka, mengingatkan mereka akan perjalanan yang telah dilalui bersama dan semua pelajaran berharga yang mereka peroleh selama masa sekolah. Kenangan ini juga akan menjadi fondasi bagi mereka ketika melangkah ke dunia baru, membawa serta pengalaman berharga yang akan terus membimbing mereka dalam mengejar cita-cita dan impian masing-masing.(*)

Tag :
Terkini Lainnya

Lihat Semua