Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tesla Mendapat Nilai Rendah untuk Teknologi Pengemudi Otomatis atau Autopilot

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:30 WIB
Bagikan:
Tesla Mendapat Nilai Rendah untuk Teknologi Pengemudi Otomatis atau Autopilot
Tesla Mendapat Nilai Rendah untuk Teknologi Pengemudi Otomatis atau Autopilot (Image From: WIRED)

PASUNDAN EKSPRES - Tesla mendapat nilai rendah untuk teknologi pengemudi otomatis. Dalam studi terbaru yang dirilis oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), teknologi Autopilot dan Full Self Driving Tesla, bersama dengan sembilan sistem swakemudi lainnya yang ditawarkan oleh produsen mobil terkemuka, mendapatkan peringkat "buruk".

Tesla Mendapat Nilai Rendah untuk Teknologi Pengemudi Otomatis

Badan riset keselamatan asuransi, IIHS, juga mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Autopilot atau sistem swakemudi lainnya memberikan manfaat keselamatan yang baik dalam kehidupan nyata berdasarkan data kecelakaan.

"Kami dapat melihat data klaim asuransi. Kami dapat melihat kendaraan dengan dan tanpa (sistem) ini dan menentukan bahwa tidak ada pengurangan klaim sebagai hasil dari sistem yang lebih canggih ini," kata Presiden IIHS David Harkey kepada Reuters. 

Sebagai perbandingan, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa sistem pengereman darurat otomatis mengurangi risiko tabrakan dari belakang sebanyak 50% dan mengurangi insiden kendaraan menabrak pejalan kaki hingga 30%. 

BACA JUGA:7 Fitur Baru Honda BeAT 2024: Semakin Canggih dan Menawan!

BACA JUGA:Tampilan Baru Honda BeAT 2024: Lebih Gagah dan Berani!

Menurut Tesla dan CEO-nya, yaitu Elon Musk, kendaraan Tesla yang menggunakan Autopilot dalam kondisi aktif diklaim memiliki tingkat keamanan sekitar 10 kali lebih tinggi daripada rata-rata kendaraan di Amerika Serikat, dan sekitar lima kali lebih aman daripada kendaraan Tesla yang tidak menggunakan teknologi tersebut.

Regulator federal saat ini sedang melakukan investigasi terhadap hampir 1.000 kecelakaan yang melibatkan penggunaan Autopilot Tesla.

Sebuah kasus perdata yang akan dibawa ke pengadilan minggu depan di California akan menjadi tantangan terbaru bagi strategi Tesla dalam menyalahkan pengemudi yang tidak memperhatikan peringatan perusahaan untuk tetap fokus pada jalan saat menggunakan teknologi Autopilot atau Full Self Driving.

IIHS melakukan penilaian terhadap 14 sistem swakemudi dari sembilan produsen mobil sesuai dengan standar yang mereka tetapkan. Namun, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS tidak memiliki standar formal yang mengatur sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. 

Dari semua sistem yang diuji oleh IIHS, hanya satu sistem yang memperoleh peringkat yang dapat diterima, yaitu Lexus Teammate with Advanced Drive. Sistem ini telah diperkenalkan tahun lalu pada sejumlah sedan hibrida mewah Toyota Motor, khususnya Lexus LS.

"Toyota secara terus menerus bertujuan untuk meningkatkan keamanan kendaraan," kata Toyota dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (12/3/2024). 

"Sebagai bagian dari upaya itu, Toyota, antara lain, mempertimbangkan kinerja dalam program pengujian pihak ketiga seperti Program Penilaian Mobil Baru NHTSA dan program Pilihan Keselamatan Terbaik IIHS."

Toyota juga mengatakan jika sebagai bagian dari usahanya, Toyota dan perusahaan lainnya mempertimbangkan kinerja mereka dalam program pengujian yang dilakukan oleh pihak ketiga, seperti Program Penilaian Mobil Baru NHTSA dan program Pilihan Keselamatan Terbaik IIHS.

(ipa)

Berita Terbaru

4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

Subang2 jam lalu
Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Purwakarta2 jam lalu
Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Nasional2 jam lalu
Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Jawa Barat2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Guru Diduga Rekam Bagian Dalam Rok Siswa di Pagaden Subang? Simak Berita Updatenya Disini!

Guru Diduga Rekam Bagian Dalam Rok Siswa di Pagaden Subang? Simak Berita Updatenya Disini!

Subang2 jam lalu
Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Jawa Barat2 jam lalu
379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

Jawa Barat2 jam lalu
Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Bandung Barat2 jam lalu
Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Subang3 jam lalu
Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Karawang3 jam lalu