Banjir di Pantura Subang Terus Berulang, Eks Wapres Ma'ruf Amin Pernah Singgung Ini

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir yang melanda wilayah Pantura Subang terus berulang setiap tahunnya membuat masyarakat meminta solusi konkrit dari pemerintah setempat.
Ribuan rumah warga di wilayah Pantura Kabupaten Subang terendam banjir akibat cuaca esktrem dan intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 3.500 rumah terdampak banjir yang tersebar di enam kecamatan meliputi Ciasem, Pamanukan, Blanakan, Pusakanagara, Legonkulon, serta Sukasari.
Curah hujan yang tinggi sejak sepekan lalu di Kabupaten Subang mengakibatkan sejumlah tanggul jebol dan sungai meluap hingga membanjiri pemukiman warga dan lahan pertanian.
Bupati Subang Reynaldy Putra telah meninjau lokasi banjir paling parah di Kecamatan Ciasem pada Sabtu (24/1/2026) dengan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, mulai dari makanan hingga alat dan layanan kesehatan.
Sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing hingga banjir surut. Namun, sebagian warga memilih mengungsi di lokasi pengungsian sementara yang dirasa cukup aman.
Salah satu desa yang terdampak banjir adalah Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan yang membuat sebagian warganya memilih mengungsi di bawah jembatan fly over Pamanukan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Kondisi banjir yang terus berulang di wilayah Pantura Subang setiap tahunnya membuat masyarakat mendesak agar pemerintah setempat segera menyiapkan solusi jangka panjang dalam upaya penanganan banjir di wilayah utara Subang.
Hal ini sempat disinggung oleh Mantan Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, yang mengatakan banjir berulang-ulang berarti cara pencegahannya tidak cerdas.
"Mudah-mudahan banjir tahunan di Subang tidak terus berulang-ulang. Kalau berulang artinya kita itu apa ya, tidak cerdas," ucap Ma'ruf Amin saat meninjau banjir di Pamanukan Subang pada tahun 2021, dikutip dari Antara, Kamis (29/1). (inm)
