Belajar Online Jadi Solusi, 27 Sekolah Terdampak Banjir di Pantura Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir yang melanda kawasan Pantura Kabupaten Subang berdampak langsung pada dunia pendidikan.
Sejumlah sekolah di wilayah tersebut terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka akibat genangan air yang memasuki area sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang mencatat sedikitnya 27 sekolah terdampak banjir.
Mayoritas sekolah yang terendam berada di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga fasilitas pendidikan.
Kondisi ini membuat aktivitas belajar di sekolah tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara normal.
“Berdasarkan pendataan sementara, ada 27 sekolah yang terdampak banjir. Sebagian besar merupakan SD dan SMP,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, pihak Disdikbud memutuskan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah terdampak.
Proses belajar dialihkan ke sistem pembelajaran daring hingga kondisi lingkungan sekolah kembali aman dan layak digunakan.
Menurut Heri, kebijakan tersebut diambil demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Ia juga meminta para guru tetap aktif memantau kegiatan belajar siswa meski dilakukan secara jarak jauh.
“Kami menginstruksikan guru untuk tetap menjalankan pembelajaran secara daring dan memastikan siswa tetap mendapatkan pendampingan selama proses belajar berlangsung,” jelasnya.
