Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Berjuang Sejak Dini, Lukman Bocah Kelas 6 SD Penjual Jagung dari Kasomalang

E
EgiEditor: Egi
|19:10 WIB
Bagikan:
Berjuang Sejak Dini, Lukman Bocah Kelas 6 SD Penjual Jagung dari Kasomalang
Lukman seorang Bocah SD kelas 6 sedang menjajakan jualannya di Kasomalang.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG–Di tengah kehidupan modern, masih banyak kisah inspiratif yang menyentuh hati. Salah satunya datang dari pelosok Subang Selatan, tepatnya dari Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang.

Seorang bocah berusia 12 tahun, Lukman, menjadi gambaran nyata semangat pantang menyerah dan dedikasi seorang anak terhadap keluarganya. 

Meski usianya masih sangat belia, Lukman telah memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga dengan berjualan jagung sepulang sekolah.

Lukman saat ini duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Ia merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Ayah dan ibunya masih lengkap, namun kondisi ekonomi keluarga jauh dari kata berkecukupan. 

Kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh cangkul, dengan penghasilan tidak menentu. Kondisi ini membuat Lukman tergerak untuk membantu orang tuanya menghidupi keluarga.

Setiap hari, setelah menyelesaikan kewajiban belajar di sekolah, Lukman tidak pulang untuk bermain seperti anak-anak lainnya. Ia justru langsung menuju tempat pengepul jagung, tempat ia biasa mengambil dagangan untuk dijajakan.

Tanpa lelah, bocah ini membawa jagung-jagung tersebut dan memulai perjalanannya sebagai pedagang kecil.

Yang membuat kisah Lukman begitu luar biasa adalah semangat dan jangkauan jualannya. Tidak hanya berjualan di sekitar rumah, Lukman bahkan rela berjualan jauh ke daerah-daerah lain seperti Lembang, Ciater, dan beberapa desa di wilayah Subang selatan.

Dengan langkah kaki kecilnya, ia menjajakan jagung ke berbagai tempat, berharap dagangannya laris manis dan ia bisa membawa pulang uang untuk membantu keluarganya.

“Kalau habis pulang sekolah langsung ambil jagung ke bos, terus langsung dijual. Kadang ke Lembang, kadang ke Ciater, atau ke desa-desa lain,” ujar Lukman dengan nada polos namun penuh semangat pada Selasa (20/5/2025). 

Setiap hari, Lukman bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 dari hasil berjualan jagung. Uang itu langsung ia berikan kepada ibunya untuk keperluan dapur dan adik-adiknya, sementara sisanya ia simpan untuk keperluan pribadi dan kebutuhan mendesak lainnya.

Semangat Lukman tak hanya menggugah hati masyarakat sekitar, tetapi juga menunjukkan bagaimana anak-anak di pelosok negeri ini mampu tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab di tengah keterbatasan.

Di usianya yang masih sangat muda, ia tidak hanya memikirkan kesenangan pribadi, tetapi sudah mengerti arti pengorbanan dan perjuangan.

Warga sekitar mengenal Lukman sebagai anak yang sopan, rajin, dan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah mengeluh tentang kehidupannya, meski jelas terlihat betapa berat beban yang ia pikul.

Bahkan, beberapa warga mengaku sering melihat Lukman berjalan kaki pulang malam hari karena harus menempuh jarak yang cukup jauh demi menjual jagungnya sampai habis.

“Lukman itu anaknya baik, suka senyum. Sering saya lihat dia jalan sendiri malam-malam, bawa sisa jagung dagangannya. Saya suka kasihan, tapi juga bangga lihat anak sekecil itu sudah mikir masa depan keluarga,” kata seorang warga Desa Sindangsari.

Ia tak pernah mengeluh lelah atau tidak masuk sekolah karena berjualan. Bahkan, ketika ditanya cita-citanya, Lukman menjawab mantap bahwa ia ingin menjadi seorang Tentara.

“Saya pengen jadi Tentara, biar bisa menjaga Indonesia,” ujar Lukman sambil tersenyum malu.

Kisah Lukman menggambarkan realitas yang masih banyak terjadi di wilayah pedesaan Indonesia, di mana anak-anak harus terlibat dalam kerja demi menopang ekonomi keluarga. Namun, kisah ini juga membawa harapan bahwa di tengah kesulitan, masih ada semangat juang dan keikhlasan yang luar biasa.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional10 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang10 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang10 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang11 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional12 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang13 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional13 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle14 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang14 jam lalu