BPBD Subang Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, 66 Bencana Alam Sepanjang 2025

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mencatat sebanyak 66 kejadian bencana alam terjadi sepanjang Januari hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, terdapat 14 kejadian banjir dan 52 kejadian tanah longsor di berbagai wilayah.
Jenis bencana paling sering terjadi adalah angin kencang, dengan total 114 kejadian selama sembilan bulan terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada akhir 2025 hingga awal 2026.
“Kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan tetap waspada, apalagi sekarang sudah ada SK Gubernur dan Bupati tentang siaga darurat banjir dan longsor,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (22/10).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Udin menjelaskan, BPBD Subang telah melakukan sejumlah langkah antisipatif di wilayah rawan bencana, terutama di kawasan Pantura yang kerap dilanda genangan air.
“Untuk pencegahan, kami sudah melakukan normalisasi saluran air di beberapa titik yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah Pantura,” ungkapnya.
Selain itu, Udin meminta masyarakat menghindari daerah berisiko tinggi saat hujan deras berlangsung.
“Jauhi wilayah yang berpotensi longsor dan segera beristirahat bila sedang dalam perjalanan saat hujan lebat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai angin kencang.
“Segera cari tempat aman. Jangan berteduh di bawah pohon yang rawan tumbang,” tegasnya.
BPBD Subang meminta warga segera melapor ke posko terdekat jika menemukan tanda-tanda bencana seperti tanah retak, genangan meningkat, atau pohon tumbang agar dapat segera ditangani. (fsh/ded)
