Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bukan Sekadar Wilayah Pesisir, Ternyata Ini Fakta Unik Blanakan Subang yang Jarang Diketahui

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|12:00 WIB
Bagikan:
Bukan Sekadar Wilayah Pesisir, Ternyata Ini Fakta Unik Blanakan Subang yang Jarang Diketahui
Tugu Hiu di Simpang Tiga Blanakan, Kabupaten Subang didirikan pada tahun 1984. Hal ini konsisten dengan informasi bahwa Kecamatan Blanakan baru muncul setelah dimekarkan dari kecamatan Ciasem

SUBANG - Fakta Unik Blanakan Subang. Nama Blanakan mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Subang. Kecamatan yang berada di kawasan pesisir utara ini dikenal dengan aktivitas perikanan, tambak, serta kehidupan masyarakat yang lekat dengan laut.

Namun, di balik aktivitas tersebut, Blanakan ternyata menyimpan sejumlah fakta unik yang membuat kawasan ini menarik untuk dikenali lebih jauh.

Bukan hanya soal laut dan tambak, Blanakan juga memiliki kekayaan budaya, ekosistem mangrove, hingga fenomena alam pesisir yang menarik perhatian para peneliti.

Beberapa fakta unik tentang Blanakan yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Punya Tradisi Nadran yang Sudah Berlangsung Puluhan Tahun

Salah satu tradisi yang melekat kuat dengan masyarakat pesisir Blanakan adalah Nadran.

Menurut Pemerintah Kabupaten Subang, tradisi ini telah dilaksanakan masyarakat Desa Blanakan sejak sekitar tahun 1950 dan diwariskan secara turun-temurun. Biasanya, Nadran digelar setiap bulan Agustus sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus harapan agar hasil tangkapan nelayan melimpah. 

Tradisi tersebut juga memiliki cerita rakyat yang berkaitan dengan sosok Budug Basu, yang dalam kisah masyarakat setempat dikenal sebagai raja ikan.

Karena itu, Nadran bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Blanakan.

2. Blanakan Punya Ekosistem Mangrove yang Penting

Fakta menarik lainnya adalah keberadaan kawasan mangrove di pesisir Blanakan.

Karakteristik pesisir Blanakan yang relatif landai, tenang dan berlumpur membuat kawasan tersebut cocok bagi pertumbuhan mangrove. Ekosistem ini memiliki fungsi penting, antara lain membantu menahan abrasi, menyaring polutan serta menjadi habitat berbagai jenis organisme. 

Penelitian terbaru mengenai mangrove Desa Blanakan juga menyebutkan kawasan mangrove di desa tersebut memiliki luas sekitar 260 hektare. Kawasan itu juga dimanfaatkan dengan menerapkan sistem tambak silvofishery, yang mengombinasikan fungsi mangrove dengan aktivitas perikanan. 

3. Ada Fenomena Tanah Timbul di Pesisir Blanakan

Bagi sebagian orang, tanah mungkin identik dengan daratan yang sudah ada sejak lama. Namun di pesisir Blanakan terdapat fenomena menarik berupa tanah timbul.

Tanah timbul terbentuk akibat proses pengendapan material di wilayah muara. Fenomena ini membuat bentuk kawasan pesisir dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Penelitian UPI bahkan secara khusus memantau perkembangan tanah timbul di pesisir Blanakan dalam periode 1990 hingga 2015. 

Fenomena tersebut menjadi salah satu karakteristik unik wilayah pesisir Blanakan sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan untuk aktivitas ekonomi masyarakat.

4. Garis Pantainya Bisa Berubah

Blanakan juga menjadi wilayah yang menarik dalam kajian perubahan garis pantai.

Sebuah penelitian mengenai Kecamatan Blanakan dan Legonkulon menemukan bahwa sebagian besar wilayah Blanakan mengalami akresi, yaitu penambahan daratan akibat proses sedimentasi. Dalam periode 15 tahun yang diteliti, rata-rata perubahan garis pantai di sebagian besar Blanakan mencapai sekitar 360,57 meter. 

Artinya, kawasan pesisir Blanakan bukanlah wilayah yang statis. Bentuk daratannya dapat terus berubah mengikuti proses alam yang terjadi di kawasan pesisir.

5. Mangrove Blanakan Juga Menyimpan Potensi Karbon

Tak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, mangrove Blanakan ternyata mempunyai nilai penting dalam isu lingkungan.

Ekosistem mangrove dikenal mampu menyimpan karbon sehingga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian mengenai Desa Blanakan pada 2025 secara khusus mengkaji potensi cadangan karbon pada tegakan mangrove di kawasan tersebut. 

Dengan kata lain, pepohonan mangrove yang terlihat sederhana di kawasan pesisir ternyata mempunyai peran ekologis yang jauh lebih besar.

6. Blanakan Menjadi Perpaduan Budaya dan Kehidupan Pesisir

Keunikan Blanakan pada akhirnya tidak hanya terletak pada bentang alamnya.

Kehidupan masyarakat, tradisi Nadran, aktivitas perikanan, tambak, mangrove hingga fenomena tanah timbul membentuk karakter khas kawasan pesisir Subang tersebut.

Blanakan memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan lingkungan pesisir sekaligus memanfaatkan sumber daya alam untuk menopang kehidupan.

Di balik wajahnya sebagai kawasan pesisir, Blanakan ternyata menyimpan cerita yang cukup panjang mulai dari tradisi leluhur hingga fenomena alam yang terus mengubah wajah garis pantainya.

Tak heran jika Blanakan bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga layak untuk terus diteliti dan dijaga keberlangsungannya

Berita Terbaru

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta8 menit lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta18 menit lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional1 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat2 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang2 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga3 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026

Olahraga3 jam lalu