Demi Menjaga Kondusifitas di Kabupaten Subang, Penutupan KKNM Kampus Berdampak Tahun 2025 Universitas Subang Dilaksanakan Secara Daring

SUBANG-Kegiatan Penutupan KKNM Kampus Berdampak Universitas Subang Tahun 2025 dilaksanakan secara daring (Dalam Jaringan), hal ini dikarenakan demi menjaga kondusifitas, Senin (1/9/2025).
Meski kegiatan dilaksanakan secara daring stakeholder dan para tamu undangan tetap mengikuti jalannya pelaksanaan penutupan KKNM Kampus Berdampak antara lain ASDA I Rahmat Effendi, Perwakilan Kepala BP4D, Perwakilan Kepala DISPEMDES, Perwakilan 13 Kepala Kecamatan, Perwakilan 27 Kepala Desa, Wakil Rektor, Ketua LPPM, Dekan, Kaprodi serta seluruh civitas akademika Universitas Subang dan Tamu Undangan lainnya.
Dalam laporannya Ketua Pelaksana KKNM Universitas Subang Dr. Hj. Silvy Sondari Gadzali., S.Psi., M.M. memaparkan bahwa pelaksanaan Program KKNM Kampus Berdampak Tahun Akademik 2024/2025 dengan tema
“Sinergi Universitas Subang Dan Masyarakat Dalam Membangun Desa Masagi Melalui Program Kampus Berdampak Guna Mendukung Gerakan Subang Ngabret (Ngawangun Bareng Rakyat)” telah dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli s.d 31 Agustus 2025, terhitung 45 hari.
Adapun rangkaian kegiatan yang sudah terlaksana sebagai berikut :
1. Pembekalan kepada mahasiswa secara teori di kelas sebanyak 16 kali pertemuan (Februari- Juni 2025)
2. Pembekalan untuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada tanggal 9 Juli 2025 sebagai suatu tim agar memiliki persepsi yang sama tentang tema yang ditetapkan, target capaian dan prosesnya berupa berbagai keterampilan maupun pengetahuan praktis untuk dapat berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan
3. Pembekalan Umum kepada Mahasiswa pada tanggal 10 Juli 2025 dengan materi yang disampaikan oleh narasumber baik dari Universitas Subang, BP4D dan Dispemdes Kabupaten Subang
4. Pelaksanaan Post Test pada tanggal 14 Juli 2025, untuk mengetahui pemahaman mahasiswa peserta KKNM Kampus Berdampak terhadap materi yang sudah diberikan
5. Pelepasan kegiatan KKNM ke lapangan pada tanggal 15 Juli 2025
6. 22-24 Juli 2025 pelaksanaan lokakarya awal yang dilaksanakan secara luring di 27 desa lokasi KKNM dengan didampingi oleh DPL dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa setempat, perwakilan tokoh masyarakat
7. 25 Juli 2025 – 28 Agustus 2025 mulai pelaksanaan Program di lokasi KKNM
8. 20 Agustus 2025 pelaksanaan monitoring dan evaluasi KKNM secara luring oleh tim monev Universitas Subang
9. 30 Agustus 2025 pelaksaaan lokakarya akhir secara daring, dinilai oleh tim penilai Universitas Subang, didampingi DPL dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa setempat. Lokakarya akhir ini juga merupakan penilaian dari pelaksanaan kegiatan KKNM, sehingga terpilih 3 kelompok dengan penilaian terbaik yang akan diumumkan oleh Rektor Universitas Subang
10. Penutupan KKNM TA 2024/2025 yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2025
Adapun luaran yang sudah dihasilkan pada pelaksanaan KKNM Kampus Berdampak TA. 2024/2025 yaitu :
1. Laporan Kegiatan Pelaksanaan KKNM Kampus Berdampak
2. Artikel yang dipublikasikan dalam jurnal pengabdian kepada masyarakat terakreditasi Sinta
3. Video akhir kegiatan yang diunggah di kanal youtube Universitas Subang sebagai salah satu cara untuk mempromosikan PMB Universitas Subang.
Ketua LPPM Universitas Subang Dr. Ujang Charda S., S.H., M.H., M.IP., M.AP. sebagai penanggungjawab kegiatan ini menyampaikan bahwa Kehadiran UNSUB sebagai perguruan tinggi bukan hanya soal bicara ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi bagaimana kita peduli dan bagaimana mengabdi, Universitas Subang hadir di tengah-tengah masyarakat melalui KKNM-Kampus Berdampak dengan membaca tanda zaman yang merupakan conditio sine quanon yang harus dimiliki oleh Universitas Subang untuk tidak menjadi menara gading, sehingga dengan melakukan KKNM-Kampus Berdampak, Universitas Subang tetap dekat dengan masyarakat, karena sesungguhnya pijakan Universitas Subang itu terletak pada perasaan masyarakat.
“Kita menyadari, selama kuliah hanya mempelajari teks, maka dengan KKNM Kampus Berdampak kita belajar konteks di lapangan selama kurang lebih 4.147.200 detik, tentunya ini tidak cukup dapat memberikan banyak nutrisi dan sumbangan pemikiran yang besar buat masyarakat, tetapi mudah-mudahan melalui KKNM-Kampus Berdampak ini dapat memberikan sedikit warna dalam mendiagnosa guna mengukur kadar dosis masalah di masyarakat, sehingga program kerjanya lebih mengena pada akar permasalahan,” ungkapnya.
Insya Allah, lanjut Ujang Charda, dengan KKNM-Kampus Berdampak Universitas Subang menjadi ragi dan nutrisari bagi masyarakat yang kehadirannya selalu diharapkan.
“Terima kasih juga kepada seluruh peserta telah menjaga dan merawat kewibaan kampus selama Saudara/i berada di lokasi KKNM, sehingga pelaksanaan KKNM-Kampus Berdampak berjalan lancar dengan parameternya,” tuturny.
Ketua Yayasan Kutawaringin Dr. Ahmad Sobari., S.Sos., M.AP. menyampaikan turut berdukacita yang amat mendalam kepada rekan-rekan kita yang mendapat musibah pada saat melakukan demonstrasi.
Kami ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada LPPM, Panitia serta DPL atas telah tercapainya program KKNM Kampus Berdampak pada Tahun Akademik 2024/2025.
Dimana, lanjutnya, para mahasiswa mampu berkolaborasi dengan masyarakat dan mereka hadir ditengah-tengah masyarakat memberikan sumbangsih pemikiran, hal ini membuktikan bahwa Universitas Subang hadir ditengah-tengah masyarakat.
Beberapa hal yang dilakukan dari bidang, ekonomi, kesehatan, lingkungan ini merupakan wujud aksi nyata dari mahasiswa dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Adapun hal-hal yang kurang maksimal, akan kami maksimalkan dalam masa yang akan datang.
Asda I Kabupaten Subang Drs. H. Rahmat Effendi, M.Si mnyampaikan pesan Bupati Subang yang berhalangan hadir dalam penutupan KKNM Tahun ini, tetapi Pak Bupati subang sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan ini, baik dari tema yang diusung hingga pelaksanaan dilapangan, dikarenakan sejalan dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Meski kegiatan KKN ini telah selesai para mahasiswa tidak boleh berhenti sampai disini, agar senantiasa membantu dan berbuat untuk rakyat, baik dalam dunia kerja maupun dalam bentuk pengabdian terhadap sesama.
Pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya program ini dengan penuh rasa bangga kami mengembalikan kembali para mahasiswa peserta KKNM kepada Rektor Universitas subang.
“Semoga kedepannya program-program Universitas Subang mampu berkolaborasi kembali dengan Pemerintah Daerah dan memberikan ide-ide dan terobosan baru. Kami berharap kerjasama ini terus terjalin untuk kebaikan UNSUB dan Kabupaten Subang yang jauh lebih baik lagi,” ujar Rahmat.
Rektor Universitas Subang Dr. H. Komir Bastaman., S.H., M.Si menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Kabupaten Subang, diwakili oleh Asda 1, yang telah menyerahkan kembali peserta KKNM dan kami membuka dengan tangan terbuka dan rasa bangga atas hasil yang dirasa memuaskan dalam seluruh rangkaian program KKNM Kampus Berdampak Tahun 2025.
Senada dengan Ketua Yayasan Kutawaringin, Rektor Universitas Subang juga mengajak kepada seluruh civitas akademika untuk menjaga kondusifitas di kabupaten subang secara bersama-sama. Agar demonstrasi dibeberapa daerah Kabupaten/Kota lain menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Sebelum menutup kegiatan KKNM Kampus Berdampak Tahun 2025 Rektor Universitas Subang mengumumkan Kelompok Terbaik KKNM Kampus Berdampak Tahun 2025 antara lain Desa Gardusayang Kecamatan Cisalak, Desa Kalensari dan Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng. (cdp)
