Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Disdikbud Subang Bekali Guru Soal Strategi Ubah Praktik Baik Jadi Prestasi Nasional

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|21:30 WIB
Bagikan:
Disdikbud Subang Bekali Guru Soal Strategi Ubah Praktik Baik Jadi Prestasi Nasional
Disdikbud Subang menggelar webinar bertajuk “Mengubah Praktik Baik Menjadi Prestasi Nasional: Strategi Lolos Apresiasi GTK”, melalui zoom meeting.(Zaenal ABidin/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang menggelar webinar bertajuk “Mengubah Praktik Baik Menjadi Prestasi Nasional: Strategi Lolos Apresiasi GTK”. 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam mengembangkan inovasi pembelajaran serta mempersiapkan diri menghadapi seleksi Apresiasi GTK.

Moderator acara Webinar sekaligus Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama, Hasna Salsabila, S.Pd., menyampaikan webinar tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada GTK agar mampu mengolah berbagai inovasi pembelajaran menjadi karya yang memiliki nilai apresiasi.

Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan oleh guru di sekolah tidak hanya berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi dapat dikembangkan menjadi portofolio praktik baik yang memenuhi standar penilaian Apresiasi GTK. Hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pendidik untuk berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Ia menjelaskan, dalam webinar tersebut dijelaskan sejumlah strategi yang dapat dilakukan GTK, di antaranya memulai inovasi dari permasalahan nyata yang terjadi di sekolah. Guru perlu menyusun solusi yang kreatif, relevan, serta mampu diterapkan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak positif terhadap pembelajaran.

Selain itu, setiap inovasi yang dilakukan perlu diukur dampaknya melalui data sebelum dan sesudah pelaksanaan. Pelibatan berbagai pihak seperti peserta didik, orang tua, rekan guru, dan kepala sekolah juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan sebuah praktik baik.

Hasna menyampaikan, dokumentasi yang lengkap menjadi salah satu kunci dalam membangun portofolio praktik baik yang kuat. Dokumentasi tersebut tidak hanya berupa laporan kegiatan, tetapi harus mampu menggambarkan perjalanan sebuah inovasi secara utuh melalui pendekatan storytelling berbasis data.

"Portofolio praktik baik bukan sekadar kumpulan dokumen, tetapi harus mampu menceritakan proses mulai dari permasalahan awal, perencanaan, pelaksanaan, tantangan, hingga solusi yang dilakukan," ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Ia menambahkan, agar lebih menarik dan mudah dipahami, portofolio perlu dilengkapi dengan berbagai bukti pendukung seperti foto, video, infografis, grafik, tabel capaian, hingga testimoni dari pihak yang merasakan manfaat inovasi tersebut.

Menurutnya, tim penilai biasanya akan memperhatikan beberapa aspek utama, seperti kreativitas dan kebaruan solusi, dampak terhadap peserta didik maupun lingkungan sekolah, keberlanjutan program, serta kesesuaian inovasi dengan permasalahan yang dihadapi dan program prioritas Kementerian.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang sering dihadapi GTK dalam menyusun praktik baik. Di antaranya adalah kurangnya dokumentasi kegiatan, kesulitan menuangkan pengalaman menjadi karya tulis yang sistematis, keterbatasan bukti dampak yang terukur, rendahnya kepercayaan diri untuk mengikuti seleksi, serta keterbatasan waktu dalam penyusunan dokumen.

Faktor Penting Agar Praktik Baik Berkembang

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya inovasi di sekolah. Dukungan berupa kebijakan, penyediaan waktu, sumber daya, pembinaan, serta pemberian umpan balik kepada guru menjadi faktor penting agar praktik baik dapat berkembang.

"Melalui webinar ini, diharapkan GTK semakin termotivasi untuk terus berinovasi, mendokumentasikan karya, serta berbagi pengalaman pembelajaran yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan," pungkasnya.(znl/ysp)

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional7 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang7 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang7 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang8 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional9 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang10 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional10 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle11 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang11 jam lalu