Diserang Hama Tikus, Petani di Subang Gagal Panen Tiga Musim Tanam Merugi

PASUNDANEKSPRES.ID - Petani di Kampung Cijere Hilir, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang terjadi selama tiga musim tanam berturut-turut.
Serangan hama tikus kali ini disebut lebih parah dibanding dua musim sebelumnya. Tanaman padi yang masih hijau sudah digerogoti tikus sehingga tidak sempat tumbuh hingga menghasilkan bulir padi.
Salah seorang petani, Jenal, mengatakan pada dua musim tanam sebelumnya petani masih bisa memanen padi meski hasilnya menurun drastis. Namun pada musim tanam terakhir, kerusakan yang terjadi jauh lebih parah hingga menyebabkan gagal panen total.
“Serangan yang ketiga ini lebih parah. Padi yang masih hijau habis digerogoti tikus. Tanaman tidak sempat menguning, apalagi berbuah karena sudah keburu mati,” ujar Jenal.
Menurutnya, serangan tikus terjadi sejak awal masa tanam. Hama tersebut menyerang batang padi sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik hingga akhirnya mati sebelum masa panen.
“Tanaman yang seharusnya sudah siap panen justru rusak. Serangan tikus terjadi sejak awal musim tanam hingga menjelang panen,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, para petani di wilayah tersebut harus menanggung kerugian besar. Diperkirakan total kerugian yang dialami para petani di Kampung Cijere Hilir mencapai ratusan juta rupiah.
Petani lainnya, Siti Rohmah, mengatakan hampir seluruh petani di wilayah tersebut mengalami kerugian karena gagal panen yang terjadi berulang kali.
“Jelas petani merugi. Apalagi sudah tiga kali gagal panen. Satu petani saja kerugiannya bisa belasan sampai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.
Para petani sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi serangan hama tikus, mulai dari memasang jebakan hingga melakukan pengasapan di sekitar area persawahan. Namun upaya tersebut belum mampu mengendalikan populasi tikus yang terus menyerang tanaman padi.
Karena itu, para petani berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun tangan membantu penanganan hama tikus secara terpadu agar serangan tidak kembali terjadi pada musim tanam berikutnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi tanaman padi di areal persawahan Kampung Cijere Hilir terlihat memprihatinkan. Banyak tanaman padi mengering dan tidak menghasilkan bulir, bahkan sebagian tanaman roboh karena batangnya rusak.
Jika tidak segera ditangani, para petani khawatir serangan hama tikus akan kembali terjadi pada musim tanam berikutnya dan semakin memperparah kondisi ekonomi petani di wilayah tersebut.(hdi/ded)
