Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Subang Masih Minim dan Tidak Merata

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:24 WIB
Bagikan:
Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Subang Masih Minim dan Tidak Merata
Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Subang Masih Minim dan Tidak Merata

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.id - Banjir tercatat telah merendam sebanyak 11.865 rumah di enam kecamatan di Kabupaten Subang. Dari total 33.911 warga terdampak, sebanyak 571 orang masih bertahan di lokasi pengungsian, mulai dari tempat ibadah hingga kolong flyover Jalan Pantura Subang.

Salah seorang warga terdampak di Kecamatan Pamanukan, Ayu (32), mengeluhkan distribusi bantuan logistik yang dinilai belum merata.

“Penyaluran bantuan selama ini kurang merata. Seringnya ke pengungsi di flyover saja, warga yang tinggal di rumah-rumah tidak dapat,” katanya seperti yang dikutip dari PikiranRakyat.com.

Meski rumahnya terendam banjir setinggi betis orang dewasa, ia bersama sejumlah warga lainnya memilih tetap tinggal. Keputusan tersebut diambil karena proses evakuasi yang terlambat membuat mereka enggan meninggalkan barang-barang berharga di rumah, lantaran khawatir hilang jika ditinggalkan.

Warga yang bertahan di kediaman masing-masing mengaku masih sangat membutuhkan bantuan makanan serta perlengkapan kebutuhan pokok, khususnya untuk bayi. Sejak banjir melanda Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, pada Jumat (23/1), mereka harus mengandalkan bantuan dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, mengakui ketersediaan bantuan logistik bagi warga terdampak masih terbatas. Selama ini, bantuan yang disalurkan berasal dari pemerintah daerah serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Bantuan Logistik dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial sudah ada walaupun masih banyak kekurangan,” katanya.

Oleh sebab itu, ia berharap dukungan bantuan dapat datang dari masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, termasuk dari pihak swasta.

Berdasarkan data terbaru BPBD Subang, banjir kini meluas ke enam kecamatan yang berada di wilayah hilir sungai dan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura), meliputi Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Pusakanagara, dan Legonkulon.

Sejumlah titik dilaporkan masih tergenang banjir, bahkan di beberapa lokasi terjadi kembali peningkatan debit air. Meski demikian, BPBD Subang mencatat banjir telah surut sepenuhnya di Kecamatan Ciasem serta di beberapa desa di Kecamatan Blanakan.

Desa Mulyasari dan wilayah Pamanukan di Kecamatan Pamanukan menjadi salah satu daerah yang kembali mengalami kenaikan ketinggian air. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh hujan yang kembali mengguyur sepanjang aliran Sungai Kalensema dan Sungai Cigadung sejak Rabu pagi.

"Banjir sempat surut sekitar 20 sentimeter tapi sekarang naik lagi sekitar 30 sentimeter. Warga masih ada yang bertahan ada juga yang mengungsi di jalan layang dan masjid,” kata Kepala Desa Mulyasari, Hassanudin Masawi.

Menurutnya, bantuan makanan siap santap telah disalurkan secara rutin melalui dapur umum yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Subang. Selain itu, bantuan pangan juga datang dari warga lain yang diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di desanya.

Di luar bantuan makanan dan kebutuhan pokok, warga juga masih membutuhkan layanan kesehatan. Kurangnya penanganan medis yang memadai menyebabkan seorang lanjut usia bernama Suhendi (62) meninggal dunia setelah terjatuh di tengah kondisi banjir.

"Sehabis magrib, (almarhum) mau menunggu Isya duduk di teras rumah terus katanya pusing dan jatuh. Tidak sakit apa-apa (sebelumnya), cuma mengeluh soal kakinya saja, mungkin kedinginan karena terendam air terus,” kata istri korban.

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle11 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga20 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu