Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Subang Masih Minim dan Tidak Merata

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.id - Banjir tercatat telah merendam sebanyak 11.865 rumah di enam kecamatan di Kabupaten Subang. Dari total 33.911 warga terdampak, sebanyak 571 orang masih bertahan di lokasi pengungsian, mulai dari tempat ibadah hingga kolong flyover Jalan Pantura Subang.
Salah seorang warga terdampak di Kecamatan Pamanukan, Ayu (32), mengeluhkan distribusi bantuan logistik yang dinilai belum merata.
“Penyaluran bantuan selama ini kurang merata. Seringnya ke pengungsi di flyover saja, warga yang tinggal di rumah-rumah tidak dapat,” katanya seperti yang dikutip dari PikiranRakyat.com.
Meski rumahnya terendam banjir setinggi betis orang dewasa, ia bersama sejumlah warga lainnya memilih tetap tinggal. Keputusan tersebut diambil karena proses evakuasi yang terlambat membuat mereka enggan meninggalkan barang-barang berharga di rumah, lantaran khawatir hilang jika ditinggalkan.
Warga yang bertahan di kediaman masing-masing mengaku masih sangat membutuhkan bantuan makanan serta perlengkapan kebutuhan pokok, khususnya untuk bayi. Sejak banjir melanda Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, pada Jumat (23/1), mereka harus mengandalkan bantuan dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, mengakui ketersediaan bantuan logistik bagi warga terdampak masih terbatas. Selama ini, bantuan yang disalurkan berasal dari pemerintah daerah serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Bantuan Logistik dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial sudah ada walaupun masih banyak kekurangan,” katanya.
Oleh sebab itu, ia berharap dukungan bantuan dapat datang dari masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, termasuk dari pihak swasta.
Berdasarkan data terbaru BPBD Subang, banjir kini meluas ke enam kecamatan yang berada di wilayah hilir sungai dan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura), meliputi Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Pusakanagara, dan Legonkulon.
Sejumlah titik dilaporkan masih tergenang banjir, bahkan di beberapa lokasi terjadi kembali peningkatan debit air. Meski demikian, BPBD Subang mencatat banjir telah surut sepenuhnya di Kecamatan Ciasem serta di beberapa desa di Kecamatan Blanakan.
Desa Mulyasari dan wilayah Pamanukan di Kecamatan Pamanukan menjadi salah satu daerah yang kembali mengalami kenaikan ketinggian air. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh hujan yang kembali mengguyur sepanjang aliran Sungai Kalensema dan Sungai Cigadung sejak Rabu pagi.
"Banjir sempat surut sekitar 20 sentimeter tapi sekarang naik lagi sekitar 30 sentimeter. Warga masih ada yang bertahan ada juga yang mengungsi di jalan layang dan masjid,” kata Kepala Desa Mulyasari, Hassanudin Masawi.
Menurutnya, bantuan makanan siap santap telah disalurkan secara rutin melalui dapur umum yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Subang. Selain itu, bantuan pangan juga datang dari warga lain yang diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di desanya.
Di luar bantuan makanan dan kebutuhan pokok, warga juga masih membutuhkan layanan kesehatan. Kurangnya penanganan medis yang memadai menyebabkan seorang lanjut usia bernama Suhendi (62) meninggal dunia setelah terjatuh di tengah kondisi banjir.
"Sehabis magrib, (almarhum) mau menunggu Isya duduk di teras rumah terus katanya pusing dan jatuh. Tidak sakit apa-apa (sebelumnya), cuma mengeluh soal kakinya saja, mungkin kedinginan karena terendam air terus,” kata istri korban.
